Breaking News:

Warga Aceh Korban Amuk Massa

Warga Aceh Korban Amuk Masa, Nazaruddin Dekgam: Saya Siap Mundur dari DPR kalau tak Diusut Tuntas

Selanjutnya ia menyerukan kepada masyarakat Aceh agar mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

FOR SERAMBINEWS.COM
Anggota DPR RI Dapil Aceh, Nazaruddin atau Dek Gam 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wakil rakyat Aceh anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum dan HAM H Nazaruddin Dekgam menyatakan siap mundur dari DPR apabila kasus amuk masa terhadap seorang warga Aceh di Tangerang tidak ditangani secara tuntas.

"Saya nyatakan saya siap mundur dari parlemen kalau pengusutan kasus ini tidak selesai dan tuntas," ujar Nazaruddin Dekgam, Senin (11/5/2020).

Selanjutnya ia menyerukan kepada masyarakat Aceh agar mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

"Mari kita percayakan kepada kepolisian. Mereka bekerja profesional. Jaminannya, kalau tidak selesai dan tuntas, maka saya siap mundur dari DPR," tukas Nazaruddin, politis Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Presiden Persiraja, klub sepak bola kebanggaan masyarakat Aceh.

Nazaruddin mengatakan dirinya terus memantau dan berkomunikasi dengan Kapolres Tangerang dan juga Kapolda untuk mengawal kasus tersebut sampai selesai.

Warga Aceh Korban Amuk Massa di Tangerang, Nazaruddin Dekgam: Seorang Terduga Pelaku Ditangkap

Anggota DPRA: Hukum Seberat Beratnya Pelaku Pembunuhan Warga Aceh di Tanggerang

Jenazah Warga Aceh Dibawa Pulang Via Darat dari Tangerang, Tempuh Jarak 2.147 Km, Biaya Rp 25 Juta

"Jadi masyarakat jangan terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar. Mari kita serahkan penanganannya kepada polisi," imbaunya.

Peristiwa amuk masa yang dialami warga Aceh, Muhammad Basri, terjadi pada Jumat (8/5/2020) dinihari di kawasan Jalan Raya Wana Kencana Sektor 12,4 Ciater, Kampung Cicentang, Rawa Buntu, Serpong, Kota Tangerang Selatan, sekitar pukul 00:21 WIB.

Saat itu, almarhum Basri hendak membeli rokok ke toko swalayan yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Ia berjalan kaki sendirian.

"Saat sedang beli rokok itulah, entah siapa yang memulai, tiba-tiba Basri diteriaki maling motor. Masa kemudian berkerumun dan menyerang almarhum secara membabi buta dan menariknya dari dalam toko. Almarhum sudah berusaha menjelaskan siapa dirinya, tapi tidak didengar oleh masa.

Almarhum Basri tidak berdaya ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang Kota dan mengembuskan napas terakhir di sana.

Jenazah Almarhum Muhammad Basri dibawa pulang ke Aceh untuk dikebumikan di kampung halamannya di Aceh Utara.

Jenazah almarhum dibawa dengan ambulans melalui jalan darat Lintas Sumatera, karena tidak ada penerbangan.

Nazaruddin mengharapkan seluruh pelaku amuk masa itu harus diadili dan dihukum.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved