Mengenang HT Johan Tertembak
Ketua DPRK Banda Aceh Usulkan Nama Teuku Johan Jadi Nama Jalan atau Gedung
Di mata Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, almarhum T Johan merupakan sosok teladan yang bisa banyak diambil contoh oleh generasi muda.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nur Nihayati
Di mata Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, almarhum T Johan merupakan sosok teladan yang bisa banyak diambil contoh oleh generasi muda.
Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kini genap 19 tahun sudah meninggalnya salah satu sosok berpengaruh di Aceh, yakni almarhum HT Djohan.
Ia meninggal dunia pada Kamis, 10 Mei 2001 silam karena ditembak oleh orang tak dikenal.
Di mata Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, almarhum T Johan merupakan sosok teladan yang bisa banyak diambil contoh oleh generasi muda.
Politisi PKS ini mengatakan, H Teuku Djohan adalah salah satu putra terbaik Aceh yang memulai karier sebagai perwira TNI.
Teuku Djohan adalah mantan wakil gubernur Aceh, sebagian besar pengabdiannya dihabiskan di tanah kelahirannya Aceh.
"Semua kita mengenalnya sebagai sosok yg santun, ramah dan sederhana, kecintaannya terhadap Aceh, Islam dan budayanya sangat kuat, banyak sudah prestasi dan pengorbanannya untuk daerah ini," ujar Farid Nyak Umar.
• Hari Ini 19 Tahun Lalu, HT Djohan Ditembak, Misteri di Balik Wawancara yang Tertunda
• Ini Gaun Khusus Ramadhan Rancangan Desainer Arab Saudi
• Waspadai, 7 Makanan Ini saat Sahur Agar Tidak Mengganggu Puasa
"Kepergian Teuku Djohan adalah salah satu kehilangan terbesar bagi masyarakat Aceh dan menyisakan luka dan duka yang mendalam.
Orang tua kita ini ditembak oleh orang yang tak dikenal saat beliau pulang Shalat Magrib dari Masjid Raya, ini adalah salah satu tragedi kemanusiaan di tengah konflik Aceh dahulu," lanjut Farid.
Ia menilai, almarhum merupakan sosok yang sangat mencintai daerahnya, mencintai rakyat Aceh, dan dicintai pula oleh rakyat Aceh.
Hal ini bisa dilihat dari kiprahnya yang menjadi pejabat sipil setelah tidak lagi menjadi petinggi militer.
Tercatat T Johan pernah menjadi Wakil Gubernur Aceh pada tahun 1987-1992 mendampingi Ibrahim Hasan.
Ia pernah juga menjabat tampuk tertinggi di lembaga legislatif Aceh pada tahun 1997-1999.
Dua posisi penting di Aceh ini menurut Farid sudah cukup untuk menggambarkan bahwa T Johan merupakan sosok yang sangat mendahulukan kepentingan publik.
Terlebih, posisi itu ia jabat di masa-masa Aceh sedang bergolak dalam konflik. kata Farid, hanya orang-orang bernyali besar saja yang mau mengambil kesempatan itu dengan segala faktor risikonya yang besar.
"Walaupun beliau sudah lama tiada, tetapi saya harap kita tetap mengambil dan mencontoh nilai-nilai positif yang melekat dalam dirinya," tambah Farid.
Politisi muda ini mencontohkan salah satu teladan dari sosok T Johan adalah kebiasaannya dalam melakukan salat berjamaah di masjid.
"Bahkan, saat maut mejemputnya, ia baru saja usai melaksanakan salat berjamaah terakhir di Masjid Raya Baiturrahman," ujar Farid.
Sosok perwira asal Aceh ini juga dinilai pengayom yang baik, hal ini setidaknya bisa dilihat dari jabatannya sebagai ketua di beberapa organisasi, baik organisasi politik, olahraga, dan pramuka.
"Semoga kita semua bisa mewujudkan cita-citanya yang tentunya menginginkan agar Aceh menjadi daerah yang lebih baik lagi," tambah Farid.
Saat ini bagi kita generasi muda, lanjut Farid, sudah sepantasnya menjadikan Teuku Djohan sebagai teladan, semangat juang dan kecintaannya terhadap Aceh layak dan pantas kita tiru untuk membangun Aceh masa depan yang lebih baik.
Sehingga karena banyaknya jasa T Johan untuk Aceh, Farid pun mengusulkan supaya nama Teuku Johan ditabalkan menjadi nama salah satu jalan ataupun nama gedung di Kota Banda Aceh.
"Untuk mengenang jasa dan amal bakti beliau, saya ingin mengusulkan untuk menambalkan namanya menjadi salah satu ruas jalan atau bangunan di kota Banda Aceh," usul Farid. (*)