Luar Negeri
Masker Dapat Cegah Terpapar Virus Corona, Ini Penjelasan Ilmuwan Hong Kong
Masker atau juga topeng untuk menutupi hidung dan mulut dari debu atau juga virus dinilai telah mampu mencegah terkena virus Corona.
SERAMBINEWS.COM, HONG KONG – Masker atau juga topeng untuk menutupi hidung dan mulut dari debu atau juga virus dinilai telah mampu mencegah terkena virus Corona.
Tes dilakukan pada hewan pengerat, seperti tikus untuk mengungkapkan bukti penggunaan masker dapat mengurangi penularan virus Corona yang mematikan itu.
Hal itu dipaparkan pakar virus Hong Kong kepada para wartawan melalui video conference di Hong Kong, Minggu (17/5/2020).
Penelitian oleh University of Hong Kong, secara khusus menyelidiki apakah masker dapat menghentikan pembawa COVID-19 yang simptomatik dan asimptomatik agar tidak menulari orang lain.
Dipimpin oleh Profesor Yuen Kwok-yung, salah satu pakar virus Corona top dunia, tim menempatkan tikus yang secara artifisial terinfeksi dengan penyakit Corona di sebelah hewan yang sehat.
Masker bedah ditempatkan di antara dua kandang dengan aliran udara yang berpindah dari hewan yang terinfeksi ke yang sehat.
Para peneliti menemukan penularan non-kontak virus dapat dikurangi lebih dari 60 persen ketika masker digunakan.
• Hong Kong Sita Dua Kontainer Sirip Hiu
• Maskapai Hong Kong Airlines PHK 400 Karyawan, Imbas Wabah Corona
• Terkait Virus Corona, Ratusan Pekerja Medis Hong Kong Mogok Tuntut Penutupan Perbatasan dengan China
Dilansir AFP, Minggu (17/5/2020), dua pertiga dari tikus sehat terinfeksi dalam waktu tujuh hari, jika tidak memakai masker.
Tingkat infeksi turun lebih dari 15 persen ketika masker bedah diletakkan di kandang hewan yang terinfeksi.
Kemudian, sekitar 35 persen ketika ditempatkan di kandang dengan tikus yang sehat.
Mereka yang terinfeksi juga ditemukan memiliki lebih sedikit virus dalam tubuh mereka daripada mereka yang terinfeksi tanpa masker.
"Sangat jelas, efek menutupi orang yang terinfeksi, terutama ketika tidak menunjukkan gejala atau gejala itu jauh lebih penting daripada apapun," kata Yuen kepada wartawan..
"Itu juga menjelaskan mengapa masker universal juga penting karena kita sekarang tahu bahwa sejumlah besar orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala,” jelasnya.
Yuen merupakan salah satu ahli mikrobiologi yang menemukan virus SARS, pendahulu virus Corona saat ini, ketika virus itu muncul pada 2003, menewaskan sekitar 300 orang di Hong Kong.
Berbekal pengetahuan dari pertarungan itu, dia menyarankan warga Hong Kong pada awal pandemi untuk memakai masker universal, sesuatu yang tetap diikuti oleh warga Kota Hong Kong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/masker-rumah-mode-paris.jpg)