Mengenal Masjid Adelaide, Berdiri sejak 1888, Masjid Tertua di Australia
awalnya masjid tersebut didahului oleh dua masjid yang dibangun dengan tanah yang dimampatkan.
Seorang warga Afghanistan asal Distrik Quetta bernama Abdul Wahid menjadi wali dan juga pembangun masjid tersebut.
Sebelum dibangunnya Masjid Adelaide, mereka yang terkait dalam pembangunan tersebut mengumpulkan sumbangan dari sebuah komunitas Muslim kecil.
Rencana pembangunan disetujui oleh Dewan Kota Adelaide pada 1887.
Tahap pembangunan pertama hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk diselesaikan.
Bangunan dibangun menggunakan batu dan batu bata sederhana seharga 450 poundsterling, setara dengan Rp 8 juta berdasarkan kurs 2020.
Empat menara masjid ditambahkan ke masjid tersebut pada 1903.
Taman di sekitarnya membuat suasana untuk beribadah menjadi menyejukkan.
Taman tersebut dipenuhi oleh berbagai macam bunga warna-warni yang menghiasi hijaunya pepohonan di sana.
Ada juga tanaman rambat yang terlihat indah.
Masjid Adelaide memiliki sebuah lapangan besar terbuka yang terletak di sisi timur.
Lapangan tersebut berisi sebuah tanki dan air mancur yang dijadikan tempat mengambil wudhu.
Sisi timur masjid juga dijadikan sebagai pintu masuk yang dipenuhi dengan kolom melengkung.
Sebelum masuk ada baiknya melepas alas kaki terlebih dahulu.
Di sepanjang jalan masuk tidak terlihat dekorasi apa pun.
Namun, terdapat beberapa jendela dan dinding yang melengkung yang dijadikan sebagai tempat untuk menaruh Al-Quran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/masjid-adelaide-di-australia.jpg)