Breaking News:

Luar Negeri

Iran Hukum Mati Sepasang Suami-Istri, Ini Perbuatannya

Pengadilan Khusus Anti-Korupsi Iran menjatuhkan hukuman mati kepada satu pasangan suami-istri pada Selasa (19/5/2020).

Editor: M Nur Pakar
AFP/ATTA KENARE
Sepasang suami-istri memakai masker untuk mencegah terpapar virus Corona saat menghadiri peringatan Lailatu Qadar di sebuah masjid di Teheran, Iran pada 13 Mei 2020. 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pengadilan Khusus Anti-Korupsi Iran menjatuhkan hukuman mati kepada satu pasangan suami-istri pada Selasa (19/5/2020).

Keduanya terbukti melakukan pencucian uang dan sederetan dakwa lainnya.

Pasangan itu, Najva Lasheidaei dan suaminya Vahid Behzadi telah menyelundupkan uang tunai dan mencuci uang sebanyak 200 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,9 triliun.

Juru Bicara Pengadilan, Gholamhossein Esmaili mengatakan pihak berwenang juga menyita 300 kilogram emas dari pasangan itu .

Dilansir AP, Selasa (19/5/2020), keduanya telah membeli 6.700 mobil dari Saipa, salah satu dari dua pembuat mobil teratas negara itu.

Sehubungan keterlibatan Saipa dari dakwaan, pengadilan secara terpisah menghukum anggota parlemen, Fereidoun Ahmadi dan Mohammad Azizi masing-masing lima tahun penjara.

Bahkan, Mehdi Jamali, mantan CEO Saipa juga dihukum tujuh tahun penjara.
Kedua anggota parlemen mewakili kota Zanjan, sekitar 300 kilometer baratlaut ibukota, Teheran.

Di bawah hukum Iran, pasangan ini dapat mengajukan banding atas vonis dalam waktu 20 hari, tetapi pengacara mereka tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar.

Iran sedang berjuang memerangi korupsi, termasuk di antara anggota parlemennya.

Pekan lalu, Presiden Iran Hassan Rouhani memecat Menteri Perdagangan dan Industri di tengah masalah ekonomi yang sedang berlangsung yang telah membuat harga mobil meroket lebih dari 60 persen.

Badan pengawas konstitusi Iran melarang sekitar 90 anggota parlemen untuk mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen Februari 2021, menuduh mereka melakukan korupsi.

Pada 2019, sebuah pengadilan menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada saudara laki-laki Rouhani dan kepercayaan dekat presiden, Hossein Fereidoun, karena pelanggaran keuangan.

Iran telah berada dalam cengkeraman krisis ekonomi yang parah sejak Presiden Donald Trump menarik AS dari perjanjian nuklir 2015 dengan kekuatan dunia.

Sanksi perdagangan yang dijatuhkan Presiden Donald Trump telah melumpuhkan Iran.(*)

Iran Hadapi Fase Baru Covid-19, Klaim Tertinggi Ketiga Global Pemulihan Korban Virus Corona

VIDEO - Serangan Rudal Iran ke Pangkalan Militer AS. Serpihannya Rusak Rumah Warga

Iran Latihan Militer di Laut, Rudal Hantam Kapal Sendiri, 19 Orang Tewas 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved