Breaking News:

Berita Aceh Selatan

Kaukus Peduli Aceh Minta Pemerintah Aceh Tarik Larangan Shalat Ied di Masjid dan Lapangan

Ketua Umum Kaukus Peduli Aceh (KPA), Muhammad Hasbar Kuba mengkritik Kebijakan Pemerintah Aceh soal larangan melaksanakan shalat ied bagi Pegawai...

Penulis: Taufik Zass | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Ketua Umum Kaukus Peduli Aceh (KPA), Muhammad Hasbar Kuba mengkritik Kebijakan Pemerintah Aceh soal larangan melaksanakan shalat ied bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

 

 Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Ketua Umum Kaukus Peduli Aceh (KPA), Muhammad Hasbar Kuba mengkritik Kebijakan Pemerintah Aceh soal larangan melaksanakan shalat ied bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dalam rilis yang diterima Serambinews, Rabu (20/05/2020), KPA menilai intruksi Pemerintah Aceh tentang shalat ied di rumah keliru mengingat angka Covid-19 di Aceh hampir tidak ada.

"Per hari ini, secara keseluruhan jumlah rakyat Aceh yang terjangkit Covid-19 sebanyak 18 orang, 15 orang dinyatakan sembuh, satu meninggal dunia dan dua orang dalam tahap pengobatan," jelas Hasbar Kuba menanggapi berita berjudul "Plt Gubernur Aceh Luruskan Pernyataan 'Larang ASN Shalat Ied di Masjid,".

Hasbar mengaku bahwa dirinya sepakat dengan apa yang disampaikan MPU Aceh untuk tetap melaksanakan Shalat Ied Fitri di Masjid atau Lapangan, namun tetap harus mengikuti protokoler kesehatan seperti menggunakan masker dan tidak untuk bersalam-salaman untuk berjaga-jaga.

"Kami menuntut Pemerintah Aceh dalam hal ini Plt Gubernur menarik kembali intruksi tersebut karena akan menjadi keresahan di masyarakat terutama ASN," pinta Muhammad Hasbar Kuba.

Menurutnya, yang sangat perlu dilakukan pemerintah sekarang adalah menutup seluruh pintu masuk ke Aceh, baik masyarakat Aceh yang hendak Pulang kampung ataupun wisatawan yang ingin berkunjung ke Aceh.

"Percuma kita larang masyarakat shalat Ied jika perbatasan Aceh tidak dijaga dengan ketat," pungkannya.

Sebelumnya, Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah meluruskan pernyataannya tentang larangan Shalat Idul Fitri 1441 H di masjid maupun lapangan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pelurusan (ralat) ini disampaikan Plt Gubernur Aceh menanggapi berita yang dilansir Serambinews.com Selasa (19/5/2020), serta Harian Serambi Indonesia edisi Rabu (20/5/2020). Berita dimaksud mengangkat angle “Plt Gubernur Aceh Larang ASN Shalat Idul Fitri di Masjid atau Lapangan”.

Mungkin angle berita tersebut kurang baik efeknya di masyarakat. Dengan ini secara resmi saya ralat," tulis Nova dalam pesan Whatsapp kepada Serambinews.com, Rabu (20/5/2020) tepat pada pukul 02.29 WIB, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh.

Nova menjelaskan, bahwa untuk seluruh masyarakat dan bagi semua kegiatan keagamaan diminta untuk mengikuti Tausyiah MPU No.5/2020. "Saya meralat kata 'larang' yang pada waktu sambutan di Tamiang saya ucapkan khusus ASN Pemprov," tulis Nova lagi.

"Tegasnya tentang Shalat Ied 1441 H, kembali kepada tausyiah MPU tersebut," pungkas Nova. Diberitakan sebelumnya, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Aceh dilarang melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 H di masjid atau lapangan.(*)

 MA Arab Saudi Umumkan Idul Fitri Jumat Malam, Astronomi UEA Pastikan Minggu

Seorang Janda Lansia dan Lumpuh di Aceh Utara Sumringah Setelah Terima BLT

Jelang Lebaran, Ikatan Masyarakat Abdya Santuni Anak Yatim Piatu

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved