Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Pemerintah Lamban Bertindak, 14 Rumah Nyaris Hanyut Akibat Abrasi Sungai Alas

Seorang korban banjir di Desa Pedesi, Yusuf, mengatakan, bagian dapur rumahnya sudah dibongkar akibat banjir yang melanda daerah itu.

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Said Kamaruzzaman
FOR SERAMBINEWS.COM
Sejumlah rumah di Desa Pedesi, Kecamatan Bambel, Agara, terancam amblas ke Sungai Alas akibat air sungai tersebut meluap 

14 Rumah Nyaris Hanyut, Abrasi Sungai Alas Meluas

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Warga di Desa Pedesi, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, terpaksa membongkar bagian dapur rumahnya lantaran pondasi nyaris hanyut dibawa air sungai. Jika penanganan berlarut-larut, diperkirakan dalam waktu yang tidak lama 14 unit rumah warga tersebut harus dibongkar sebelum hanyut.

"14 rumah bagian dapurnya telah dibongkar akibat erosi Sungai Alas terus meluas dan jebolnya tanggul sepanjang 150 meter di Desa Biakmuli," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutacane, Mohd Asbi ST MM, kepada Serambi, Kamis (21/5/2020).

Kata dia, saat ini mereka masih menunggu hasil rapat di Desa Pedesi terkait upaya yang dilakukan masyarakat setelah 14 rumah dibongkar bagian dapurnya. Menurut Mohd Asbi, saat ini pihak BPBD Kutacane telah mensiagakan dua alat berat (excavator) di Pedesi dan Desa Biakmuli guna mengantisipasi banjir susulan, karena saat ini musim penghujan.

Tanggul Jebol, Sungai Alas Aceh Tenggara Meluap, Puluhan Rumah Terancam Amblas, Ini Tindakan BPBD

38 Jiwa Mengungsi Akibat Abrasi Pantai di Meulaboh, Puluhan Rumah Terancam Amblas

Abrasi Pantai Jilbab Susoh Abdya Semakin Parah, Ini Permintaan Ketua Komisi II DPR Aceh

Mereka belum bisa bekerja untuk menggali atau mengorek material galian C yang dangkal itu, karena Sungai Alas yang terkenal arusnya ganas belum surut. Rencananya, kata dia, kalau air Sungai Alas surut, mereka akan menggali dan mengorek sedimen sehingga air tak mudah meluap, khususnya di Desa Pedesi. Selain itu, mereka juga akan memperbaiki tanggul sepanjang 150 meter yang jebol di Biakmuli, Kecamatan Bambel.

Menurut Moh Asbi, banjir yang terjadi di Pedesi akibat maraknya pengambilan material galian c di daerah itu. Akibat pengambilan material galian C, sungai turun dan menjadi dangkal, sehingga ketika Sungai Alas membesar, langsung air meluap ke pemukiman warga.

Ditambahkan, pihaknya juga dalam waktu dekat akan melayangkan surat ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh untuk meminta dilakukan normalisasi dan perbaikan tanggul yang jebol serta membangun bronjong guna mengatasi banjir di daerah itu.

Seorang korban banjir di Desa Pedesi, Yusuf, mengatakan, bagian dapur rumahnya sudah dibongkar akibat banjir yang melanda daerah itu. Kata dia, saat ini dirinya menumpang makan di rumah abangnya. Yusuf mengaku rumahnya tidak bisa lagi memasak. Bagian dapur sudah tergerus air sungai.

Warga Seubadeh Aceh Selatan Blokir Jalan Banda Aceh - Medan, Minta Perhatian Plt Bupati Atas Abrasi 

PUPR Aceh Barat Tangani Abrasi Pantai di Gampong Pasir, Johan Pahlawan Secara Darurat

Warga Seubadeh Aceh Selatan Blokir Jalan Banda Aceh - Medan, Minta Perhatian Plt Bupati Atas Abrasi 

Sebelumnya, katanya, korban banjir bandang sudah pernah berdemo ke rumah pribadi Bupati Aceh Tenggara, Drs Raidin Pinim MAP. Mereka berdemo karena kecewa atas lambannya penanganan banjir di Desa Pedesi. “Tetapi, alhamdulillah, setelah adanya aksi demo tersebut Bupati Aceh Tenggara sudah perintah dinas terkait untuk bekerja mengalihkan air. Tetapi, hasilnya belum maksimal,” kata Yusuf.

Menurut dia, BWS Sumatera I Aceh perlu membangun bronjong di Pedesi agar masyarakat di daerah itu bebas bencana banjir. Namun, sudah hampir sebulan mereka bergelut dengan banjir, belum terlihat upaya dari BWS Sumatera I Aceh. Oleh karena itu, mereka meminta kepada Plt Gubernur Aceh agar menurunkan petugas Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh ke Aceh Tenggara guna mengantisipasi banjir yang berulangkali terjadi.

Sebelumnya juga, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRA Muchlis Zulkifli ST meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I-Aceh segera menangani musibah banjir di Aceh Tenggara.

"BWS harus segera turun ke Aceh Tenggara untuk mengatasi bencana banjir akibat tanggul di Sungai Alas jebol dan mengangkat sendimen-sedimen material. Bukan hanya itu, Balai Wilayah Sungai juga harus melihat titik-titik rawan tanggul jebol agar segera dilakukan normalisasi guna mencegah meluasnya bencana banjir," kata Muchlis kepada Serambi, Sabtu (2/5/2020).(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved