Breaking News:

Luar Negeri

Arab Saudi Kutuk Israel, Ingin Caplok Lagi Tanah Palestina

Arab Saudi mengutuk Israel yang akan mencaplok lagi tanah Palestina di Tepi Barat. Arab Saudi menegaskan menolak rencana Israel yang akan memperluas

AFP/File
Pekerja konstruksi membangun rumah baru di pemukiman Yahudi Kiryat Arba, di Tepi Barat, Palestina. 

Abbas telah menyatakan mengakhiri semua perjanjian dan kesepahaman yang ditandatangani dengan Israel dan AS.

Abbas mendeklarasikan diakhirinya "kerjasama keamanan" dengan Israel karena kekhawatiran akan segera terjadi aneksasi luas tanah Palestina seperti yang tercantum dalam "kesepakatan abad ini" yang dilakukan secara sepihak oleh Presiden AS Donald Trump.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) memberikan suara pada 2018 untuk mengakhiri pengaturan dengan Israel dan AS, menyerahkannya kepada Abbas kapan harus melaksanakan langkah semacam itu.

Dalam pidatonya, Abbas mengatakan: "Organisasi Pembebasan Palestina [PLO] dan negara Palestina dibebaskan, , dari semua perjanjian dan pemahaman dengan Amerika dan Israel dan semua komitmen berdasarkan pada pemahaman dan perjanjian, termasuk keamanan. "

Shtayyeh mengkonfirmasi dukungan penuh pemerintah Palestina untuk keputusan tersebut dan menekankan akan bekerja menerjemahkan keputusan ini di lapangan.

"Pengumuman pencaplokan tanah Palestina dan pengenaan kedaulatan Israel atas permukiman adalah pelanggaran dari perjanjian kami yang ditandatangani dengan Israel.”

“Pelanggaran hukum internasional dan legitimasi internasional, dan ancaman terhadap keamanan regional dan internasional," katanya.

"Ini mencerminkan agenda koalisi pemerintah di Israel, yang secara sistematis bekerja untuk menghancurkan pembentukan Negara Palestina di samping pengepungan Jalur Gaza.”

“Israel telah mengisolasi Gaza dan menganeksasi Jerusalem yang diduduki, dan penggunaan kawasan 'C' sebagai reservoir strategis untuk memperluas permukimannya," ujarnya.

Area C merupakan 60 persen lebih dari Tepi Barat yang diduduki, dengan pasukan Israel mengendalikan wilayah tersebut setelah penandatanganan perjanjian Oslo 1993.

Halaman
123
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved