Luar Negeri
Arab Saudi Kutuk Israel, Ingin Caplok Lagi Tanah Palestina
Arab Saudi mengutuk Israel yang akan mencaplok lagi tanah Palestina di Tepi Barat. Arab Saudi menegaskan menolak rencana Israel yang akan memperluas
"Pengumuman pencaplokan tanah Palestina dan pengenaan kedaulatan Israel atas permukiman adalah pelanggaran dari perjanjian kami yang ditandatangani dengan Israel.”
“Pelanggaran hukum internasional dan legitimasi internasional, dan ancaman terhadap keamanan regional dan internasional," katanya.
"Ini mencerminkan agenda koalisi pemerintah di Israel, yang secara sistematis bekerja untuk menghancurkan pembentukan Negara Palestina di samping pengepungan Jalur Gaza.”
“Israel telah mengisolasi Gaza dan menganeksasi Jerusalem yang diduduki, dan penggunaan kawasan 'C' sebagai reservoir strategis untuk memperluas permukimannya," ujarnya.
Area C merupakan 60 persen lebih dari Tepi Barat yang diduduki, dengan pasukan Israel mengendalikan wilayah tersebut setelah penandatanganan perjanjian Oslo 1993.
Shtayyeh meminta komunitas internasional untuk membantu menyelamatkan proses perdamaian.
Dia meminta tanggung jawab dan perlindungan internasional bagi orang-orangnya yang berada di bawah pendudukan Zionis.
Pernyataan mengecam kesepakatan abad ini tidak cukup, katanya, karena dunia harus membela kebenaran bagi semua orang yang percaya pada solusi dua negara."
"Kami ingin dunia berdiri untuk momen kebenaran dengan mengakui Negara Palestina," katanya.
Dalam pernyataannya, kementerian luar negeri Arab Saudi mengatakan pihaknya terus mendukung Palestina dan pilihan merekaserta hak mereka untuk mendirikan negara merdeka mereka sendiri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tepi-barat-palestina.jpg)