Breaking News:

Luar Negeri

Donald Trump Ancam Tindak Keras Cina, Jika Serang Demonstran Hong Kong

Presiden AS, Donald Trump mengeluarkan ancaman terhadap Cina, jika menyerang para demonstran di Hong Kong.

AFP/John MACDOUGALL
Lukisan mural Eme Freethinker tentang Presiden AS, Donald Trump (kanan) dan Presiden Cina, Xi Jinping memakai masker sambil berciuman di sebuah dinding Berlin, Jerman pada 28 April 2020. 

Komentar Trump muncul ketika sebuah studi menunjukkan bahwa sekitar 36.000 lebih orang Amerika akan meninggal karena pandemi.

Donald Trump Tuduh Cina Sebagai Pembunuh Massal, Virus Corona Ancam Penduduk Dunia

AS Sebut Cina Jadi  Musuh Besar, Cina Cap ‘Gila’ Menlu Mike Pompeo

Raja Salman Hubungi Donald Trump, Ini Isi Pembicaraannya

Jika AS telah memberlakukan langkah-langkah jarak sosial hanya satu minggu lebih awal pada pertengahan Maret 2020.

Menurut perkiraan dari Universitas Columbia di New York, jika AS telah memperkenalkan penguncian dua minggu sebelumnya, pada 1 Maret, sebanyak 54.000 jiwa dapat diselamatkan pada 3 Mei.

Hingga saat ini, lebih dari 93.000 orang Amerika meninggal karena virus, jauh melebihi negara lain.

Juru bicara Gedung Putih Judd Deere, mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan temuan-temuan Universitas Columbia, dengan mengatakan:

"Apa yang bisa menyelamatkan hidup adalah jika Cina transparan dan Organisasi Kesehatan Dunia telah memenuhi misinya".

Trump juga mengecam sebelumnya dengan mengatakan, "Itu adalah 'ketidakmampuan Cina dan tidak ada yang lain, yang melakukan pembunuhan massal seluruh dunia ini."

Gedung Putih pada Rabu (20/5/2020) malam juga mengeluarkan serangan berskala luas terhadap kebijakan ekonomi Beijing yang ganas, penumpukan militer, kampanye disinformasi dan pelanggaran hak asasi manusia.

China kembali mengancam tindakan balasansebagai tanggapan ketika Beijing membuka sidang parlemennya setelah penundaan hampir tiga bulan karena pandemi.

Aktivis pro-demokrasi khawatir Beijing akan memberlakukan undang-undang baru setelah upaya sebelumnya pada 2003 untuk meloloskan RUU kontroversial di Hong Kong gagal setelah protes massal.

Cina juga menyerang AS karena keputusan "berbahaya" untuk memberi selamat kepada Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada awal masa jabatan keduanya.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved