Luar Negeri
Dua Drama Ramadhan Jaringan TV Arab Saudi Picu Kontrovesi
Dua drama Ramadhan di jaringan TV Arab Saudi telah menimbulkan kontroversi besar. Drama itu menguji persepsi publik tentang hubungan diam-diam antara
Gelombang ketegangan antara Teheran dan Riyadh dan upaya Saudi untuk menarik investasi asing untuk mendanai Visi 2030, reformasi ekonomi tampaknya mendorong kerajaan lebih dekat ke Israel daripada sebelumnya.
"Saudi mengakui peran penting yang dimainkan Israel di kawasan itu," kata Marc Schneier, seorang rabi Amerika yang memiliki hubungan dekat dengan kerajaan dan Teluk.
"Hanya beberapa tahun yang lalu, (Pangeran) Khalid bin Salman mengatakan kepada saya bahwa kerajaan tahu bahwa Israel adalah bagian integral dari mereka mencapai rencana ekonomi 2030,” ujarnya.
“Itu adalah pernyataan utama dan benar-benar menunjukkan baiknya ikatan," kata Schneier kepada AFP, Kamis (21/5/2020).
Pemerintah Saudi tidak menanggapi permintaan wawancara dengan Pangeran Khalid, adik dari putra mahkota.
Seorang pejabat Saudi mengatakan posisi kerajaan mencari perjanjian Israel-Palestina yang komprehensif berdasarkan solusi dua negara belum berubah.
"Setelah itu tercapai, kerajaan tidak melihat halangan untuk membangun hubungan normal yang akan menguntungkan di kawasan itu, termasuk Visi kerajaan 2030," kata pejabat itu kepada AFP.
Namun, hal itu masih jauh, walau Arab Saudi telah melakukan langkah berani kepada tokoh-tokoh Yahudi dalam beberapa tahun terakhir ini, bahkan ketika tampaknya waspada terhadap reaksi publik.
Pada Februari 2020, Raja Salman menjamu seorang rabi yang berbasis di Yerusalem di Riyadh untuk pertama kalinya dalam sejarah modern.
Media Israel menerbitkan foto rabbi David Rosen dengan Raja Salman, menyebutnya sebagai "momen revolusioner".
Tetapi Badan Pers Saudi resmi menghilangkan nama Rosen dari pengirimannya dan foto yang diterbitkan di situs webnya membuat rabbi marah.
"Ini adalah wilayah dunia di mana perubahan seperti ini membutuhkan waktu," kata Schneier.
"Kami melihat tanda-tanda evolusi pemanasan, tetapi mungkin perlu waktu lebih lama sebelum kita melihat gerakan diplomatik yang lebih dramatis,” tambahnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/adegan-syuting-drama-ramadhan-arab-saudi.jpg)