Luar Negeri

Iran Larang Mudik Idul Fitri

Pejabat tinggi kesehatan Iran, Kamis (21/5/2020) melarang warga mudik Idul Fitri 1411 H. Kebijakan itu untuk menghindari risiko gelombang baru infeksi

AFP/ATTA KENARE
Seorang wanita duduk sambil membaca Al-Quran untuk memperingati Lailatul Qadar di Teheran, Iran pada 13 Mei 2020. 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pejabat tinggi kesehatan Iran, Kamis (21/5/2020) melarang warga mudik Idul Fitri 1411 H.

Kebijakan itu untuk menghindari risiko gelombang baru infeksi virus Corona, lapor TV pemerintah, Kamis (21/5/2020)

“Warga Iran sering melakukan perjalanan ke berbagai kota di seluruh negeri itu saat berakhirnya bulan suci Ramadhan,” kata Menteri Kesehatan, Saeed Namaki.

Dia menilai jika warga tetap nekad mudik, maka dapat menyebabkan pengabaian jarak sosial dan wabah baru COVID-19.

"Saya mendesak Anda untuk tidak melakukan perjalanan selama Idul Fitri 1411 H. Jelas, perjalanan seperti itu berarti akan ada kasus infeksi baru”

“Orang-orang tidak boleh bepergian ke dan dari daerah merah yang berisiko tinggi, ”kata Namaki seperti dikutip oleh televisi pemerintah.

“Sekitar 90% populasi di banyak daerah belum tertular penyakit ini dan dalam kasus wabah baru, akan sangat sulit bagi saya dan rekan-rekan saya untuk mengendalikannya,” katanya.

Iran Hukum Mati Sepasang Suami-Istri, Ini Perbuatannya

Iran Latihan Militer di Laut, Rudal Hantam Kapal Sendiri, 19 Orang Tewas

Sedang Tertidur Pulas, Iran Diguncang Gempa Kuat

Kasus yang dikonfirmasi di Iran COVID-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus, naik 2.346 orang, sehingga menjadi 126.949 orang pada Rabu (20/5/2020).

Korban meninggal dunia akibat virus Corona sebanyak 7.183 orang , tertinggi di wilayah Timur Tengah.

Sebuah laporan oleh pusat penelitian parlemen menunjukkan bahwa penghitungan sebenarnya dari infeksi dan kematian di Iran mungkin hampir dua kali lipat yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan.

Namun, khawatir tindakan untuk membatasi kegiatan publik dapat menghancurkan ekonomi yang telah terpukul oleh sanksi AS, pemerintah telah mengurangi sebagian besar pembatasan pada kehidupan normal pada akhir April 2020.

Kasus yang terinfeksi telah meningkat selama dua minggu terakhir.

Namun Presiden Hassan Rouhani mengatakan Iran hampir berhasil menghentikan wabah mematikan itu.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved