Jumat, 10 April 2026

Berita Aceh Barat Daya

Double Cabin Tenggelam di Krueng Beukah Blangpidie, Dramatis Ayah Selamatkan Istri dan dua Anaknya

Aliran Sungai Krueng Beukah, Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), meluap secara tiba-tiba, Jumat (22/5/2020)

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Alat berat jenis beko dari BPBK Abdya, Sabtu (23/5/2020) pagi, bersama warga mengevakuasi satu unit mobil double cabin yang tenggelam karena banjir luapan di Daerah Aliran Sungai Krueng Beukah, Blangpidie, Jumat (22/5/2020) petang. 

Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya

 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE- Aliran Sungai Krueng Beukah, Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), meluap secara tiba-tiba, Jumat (22/5/2020) sore. 

Peristiwa meluap salah satu sungai terbesar di Abdya itu menenggelamkan satu unit mobil double cabin yang sedang dicuci pemiliknya, Safran (38), warga asal Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, kini menetap di Meulaboh, Aceh Barat.

Mobil double cabin warna hitam itu memang dalam kondisi  berlumuran lumpur setelah dipakai untuk melihat kebun, Jumat (22/5/2020)  sore. 

Safran mencuci mobil tersebut di Sungai (Krueng) Beukah, ditemani anggota keluarganya yang ikut mandi-mandi.  Yaitu istri, tiga anaknya dan dua anak kemenakannya atau anak dari adik Safran di Desa Keude Siblah, Blangpidie. 

Sedang  asyik mencuci mobil dan mandi, air sungai naik secara tiba-tiba, tiga orang anak laki-laki dari Safran berhasil menyelamatkan diri ke bantaran Krueng Beukah, di tebing sisi Gampong Meudang Ara.

Sedangkan Safran bersama istri dan anak kemenakannya laki-laki berumur 4 dan 10 tahun sempat terjebak beberapa saat di atas atap mobil yang dalam posisi terkepung banjir, kemudian hanyut diseret arus.

Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Minta Pemkab Lakukan Penataan Saluran Pembuang

Jelang Lebaran, Tujuh Orang di Aceh Tamiang Justru Diamankan WH karena Makan dan Merokok di Warung

Evander Holyfield Diprediksi Bakal Pukul KO Lagi Mike Tyson di Atas Ring

Upaya sejumlah warga membantu penyelamatan empat jiwa manusia dalam kondisi sangat terancam karena dibawa arus banjir berlangsung sangat dramatis dan menegangkan.

Bagaimana pula perjuangan Safran menyelamatkan diri sekaligus menyelamatkan istri dan dua anak kemenakannya masih kecil yang hilang timbul di atas permukaan air, dapat disimak berikut ini.  

Safran kepada Serambinews.com saat evakuasi mobil double cabin miliknya yang sudah tenggelam sekitar 16 jam di Sungai Krueng Beukah, menjelaskan, peristiwa itu terjadi Jumat (22/5/2020) sore, sekira pukul 16.30 WIB.

Dia baru pulang melihat kebun sehingga kondisi mobil berlepotan lumpur, kemudian dicuci di Krueng Beukah.

Ditemani istri, tiga anaknya dan dua anak kemenakannya dari Desa Keude Siblah, Blangpidie sambil mandi-mandi di aliran sungai besar membelah Kecamatan Blangpidie, itu.

Sekitar 15 menit mencuci mobil dan anggota keluarga mandi, air sungai naik secara tiba-tiba karena diguyur hujan di bagian hulu sungai.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved