Berita Luar Negeri
Taliban dan Pemerintah Afghanistan Sepakat Lakukan Gencatan Senjata Selama Tiga Hari Saat Idul Fitri
Genjatan itu dimulai pada hari Minggu (24/5/2020) atau hari pertama lebaran Idul fitri 1441 H.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM – Kelompok Taliban mengumumkan gencatan senjata saat Idul Fitri selama tiga hari kedepan.
Genjatan itu dimulai pada hari Minggu (24/5/2020) atau hari pertama lebaran Idul fitri 1441 H.
Melansir dari Al Jazeera, Minggu (24/5/2020), seorang juru bicara kelompok bersenjata Taliban mengatakan ini adalah langkah menyusul berbulan-bulan pertempuran berdarah dengan pasukan keamanan.
Pernyataan Taliban juga menginstruksikan pejuangnya untuk menahan diri agar tidak memasuki wilayah yang dikuasai pemerintah.
Ia juga mengatakan bahwa pasukan Kabul tidak diizinkan memasuki wilayah di bawah kendali mereka.
"Pemimpin menginstruksikan kami semua mujahidin Imarah Islam untuk mengambil langkah-langkah khusus untuk keamanan bagi warga negara itu, dan tidak melakukan operasi ofensif terhadap musuh di mana pun," kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.
• Taliban Siap Serang Pasukan Aghanistan Lagi, Seorang Wanita Melahirkan Saat Serangan
• Warga Saudi Tetap Laksanakan Ied, Jamaah Harus Jaga Jarak
• Iran Pasok Senjata untuk Pejuang Palestina, Sebut Israel Seperti Tumor yang Harus Dimusnahkan
Menyusul pengumuman Taliban, Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani menyambut tawaran kelompok itu untuk gencatan senjata tiga hari dan memerintahkan pasukannya untuk juga mematuhi.
"Saya menyambut pengumuman gencatan senjata oleh Taliban," kata Ghani dalam akun Twitternya.
"Sebagai panglima tertinggi, saya telah menginstruksikan ANDSF (pasukan Afghanistan) untuk mematuhi gencatan senjata tiga hari dan membalas apabila diserang," katanya.
Pengumuman hari Sabtu, pemimpin Taliban, Haibatullah Akhunzada mendesak Washington 'untuk tidak menyia-nyiakan' kesempatan yang ditawarkan.
Kesepakatan yang ditandatangani kelompok bersenjata dengan Amerika Serikat mengatur langkah penarikan pasukan asing dari negara itu.
Karena kesepakatan AS-Taliban juga bertujuan membuka jalan bagi para pejuang untuk mengadakan pembicaraan damai langsung dengan Kabul.
"Imarah Islam berkomitmen pada perjanjian itu, dan mendesak pihak lain untuk menghormati komitmennya sendiri dan tidak membiarkan kesempatan kritis ini menjadi sia-sia," kata Akhunzada dalam sebuah pernyataan.
• Palestina Tolak Bantuan Covid-19 dari Uni Emirat Arab karena Dikirim Melalui Israel
• Pesawat Pakistan Jatuh di Permukiman Tewaskan 107 Orang, Warga Dikejutkan Ledakan Dahsyat
• 13 Orang Meninggal dalam Serangan Brutal di Dua Masjid Afghanistan Saat Berbuka Puasa
Bulan April lalu, Taliban menolak seruan pemerintah untuk gencatan senjata di Afghanistan dalam bulan suci Ramadhan.
Pemerintah mengatakan gencatan senjata "tidak rasional" ketika Taliban meningkatkan serangan terhadap pasukan Afghanistan.
Setidaknya 146 warga sipil tewas dan 430 lainnya luka-luka oleh Taliban selama bulan Ramadhan, kata Javid Faisal, juru bicara kantor intelijen dan keamanan utama negara itu di Kabul, pada hari Sabtu, (23/5/2020). (Serambinews.com/Agus Ramadhan)