Breaking News:

Presiden Filipina Tak Akan Buka Sekolah Sebelum Vaksin Ditemuka: Lebih Baik Siswa Tak Naik Kelas

Filipina tegas tidak akan mengizinkan sekolah kembali dibuka sebelum vaksin virus Corona ditemukan.

Editor: Amirullah
Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberi hormat usai pidato dalam rangka ulang tahun militer, pada Desember 2017.(Ted Aljibe / AFP) 

SERAMBINEWS.COM - Beberapa negara mulai melonggarkan aktivitas masyarakatnya ditengah situasi pandemi virus Corona.

Negara seperti Vietnam, Australia atau Thailand perlahan mulai membuka kembali sendi-sendi aktivitas masyarakat seperti pertokoan, mall, perkantoran hingga sekolah.

Indonesia sendiri tengah bersiap menuju situasi "The New Normal", yang oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai akan dilakukan bertahap sejak awal Juni ini.

Padahal, kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah dan banyak pakar kesehatan mengingatkan untuk tidak gegabah dan terburu-buru melonggarkan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan bersekolah.

Indonesia sendiri belum menentukan jadwal pasti kapan siswa-siswi akan kembali masuk sekolah seperti biasanya.

Meski beredar rumor bahwa pada bulan Juli, siswa sudah diminta kembali untuk hadir di kegaiatan belajar mengajar secara langsung di sekolah.

Namun, menurut Mendikbud Nadiem Makarim, keputusan kapan siswa bisa kembali ke sekolah masih menunggu pertimbangan dari Gugus Tugas Covid-19.

Berbeda dengan Indonesia yang sudah ancang-ancang dengan "The New Normal" dan menggodok kapan siswa bisa bersekolah kembali, Filipina tegas tidak akan mengizinkan sekolah kembali dibuka sebelum vaksin virus Corona ditemukan.

Anak-anak awalnya diperkirakan akan kembali bersekolah pada akhir Agustus, setelah 25 juta murid SD dan SMP harus dirumahkan sejak Maret.

Namun dalam pernyataan yang ditayangkan pada Senin malam (25/5/2020), Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan wacana membuka kembali sekolah sangatlah berisiko.

()

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencoba senapan serbu bantuan dari pemerintah China (SOUTH CHINA MORNING POST)

"Kecuali saya yakin mereka benar-benar aman (sekolah kembali dibuka), maka percuma saja mendiskusikan membuka kembali pendidikan," jelasnya dilansir AFP Selasa (26/5/2020).

"Bagi saya, vaksin virus corona adalah yang utama."

"Jika (vaksin) itu ada, maka semuanya akan baik-baik saja," jelas sang presiden.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved