Breaking News:

Soal Fenomena Matahari di Atas Ka'bah, Ahli Falak Sebut Sains Terkait Ibadah Juga Penting

Bagi dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, fenomena ini bisa membuat masyarakat melek terhadap keberadaan sains.

Editor: Amirullah
SERAMBINEWS/BMKG
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan bahwa pada 27 dan 28 Mei 2020 matahari di atas kakbah. 

SERAMBINEWS.COM - Ahli ilmu falak, Dr. Muh. Nashirudin, MA. M. Ag, mengatakan fenomena matahari di atas Ka'bah menjadi momentum tepat untuk memperkenalkan ilmu sains kepada masyarakat.

Fenomena ini disebut Istiwa' A'dham atau Rashdul Qiblah.

Bagi dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, fenomena ini bisa membuat masyarakat melek terhadap keberadaan sains.

"Kita mulai melek ilmu falak atau astronomi, kita punya keilmuan terkait itu."

"Yang juga penting bahwasanya perhatian ibadah tidak hanya semata-mata ibadahnya saja. Sains terkait dengan ibadah itu juga penting," kata Nashirudin kepada Tribunnews, Kamis (28/5/2020).

Ia melanjutkan, adanya fenomena Istiwa' A'dham atau Rashdul Qiblah ini juga sebagai kesempatan yang tepat untuk umat Islam memperbaiki arah kiblat.

"Mayoritas umat Islam di Indonesia bermazhab syafi'i yang mana salat menghadap kiblat merupakan hal penting."

"Adanya fenomena ini, di mana matahari berada di atas Ka'bah kesempatan penting untuk kita mengecek kembali musala, masjid, atau tempat salat di rumah kita apakah sudah lurus dengan kiblat atau tidak," urainya.

Nashirudin menambahkan, fenomena matahari tepat di atas Ka'bah juga bisa dimanfaatkan sebagai momentum menyatukan umat Islam.

"Persatuan umat, sebagaimana menyatukan diri ke kiblat yang satu saat salat," urainya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved