Senin, 4 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Jalan Rusak Parah di Simpang Jernih, Aceh Timur, Kendaraan Roda Dua hingga Truk Terjebak Lumpur

Jalan rusak berupa lumpur yang dalam dan sangat sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Warga berinisiatif menyusun batang kayu bulat di atas lumpur

Tayang:
Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
Foto: kiriman Burhanuddin.
Warga menggunakan sepeda motor dan roda empat terpacak di jalan rusak dan berlumpur saat menuju Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur. 

Jalan rusak berupa lumpur yang dalam dan sangat sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Warga berinisiatif menyusun batang kayu bulat di atas lumpur, agar bisa dilalui kendaraan. Tapi tetap saja sulit dilalui.

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Masyarakat Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, sangat mengeluhkan kondisi jalan menuju ke daerah itu yang rusak parah.

Jalan rusak parah tersebut termasuk daerah Desa Batu Bedulang (Serkil), Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang.

Serkil merupakan desa dalam kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, yang berbatasan dengan Simpang Jernih, Aceh Timur.

"Lokasi jalan rusak sebelum masuk perbatasan Simpang Jernih, tidak ada penduduk, meski masuk Aceh Tamiang, tapi yang menggunakannya warga Simpang Jernih, Aceh Timur," ungkap Burhanuddin, tokoh masyarakat Simpang Jernih, Aceh Timur, Jumat (29/5/2020).

Kondisi jalan rusak parah ini sudah berlangsung lama.

Sebelumnya selalu diperbaiki oleh warga Simpang Jernih sendiri.

Satu Unit Rumah di Peusangan Selatan Tergenang Banjir Lumpur, Enam Lainnya Terendam

Agar bisa dilalui warga setempat untuk ke luar masuk via Aceh Tamiang, dengan segala keperluan.

Karena itu, mau tidak mau jalan yang rusak parah masuk wilayah Aceh Tamiang tersebut, harus diperbaiki oleh warga Simpang Jernih sendiri agar bisa dilalui.

Sedangkan jalan yang masuk wilayah Aceh Timur, semuanya sudah bagus sampai dengan ibu kota Kecamatan Simpang Jernih.

Jalan rusak berupa lumpur yang dalam dan sangat sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Warga berinisiatif menyusun batang kayu bulat di atas lumpur, agar bisa dilalui kendaraan.

Tapi tetap saja sulit dilalui.

Warga berharap, adanya inisiatif pemerintah dari kedua kabupaten, baik Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Guna memperbaiki dan merawat jalan tersebut atau mengusulkannya ke pemerintah Provinsi Aceh.

Jalan rusak parah ini berdampak terhadap pendapatan perekonomian masyarakat.

Serta membuat harga kebutuhan pokok di daerah itu mahal.

Apalagi di tengah wabah virus corona seperti saat ini.

Ini Penyebab Badan Jalan Putus di Desa Blang Cut, Peusangan Selatan

Selain itu, harga jual komoditi pertanian dibeli harga murah karena sulitnya akses jalan.

"Sangat menyedihkan nasib kami. Karena itu, kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah membangun jalan untuk warga Simpang Jernih," harap Burhan.

Masyarakat juga mengharapkan anggota DPRA asal Aceh Timur, peduli dan memperjuangkan aspirasi masyarakat daerah pedalaman tersebut.

"Kami mengharapkan DPRA membantu memperjuangkan aspirasi kami masyarakat Simpang Jernih, untuk memperbaiki jalan," harap Burhan mewakili masyarakat daerah itu.

Burhan menjelaskan, mau tak mau warga Simpang Jernih ke luar masuk ke Aceh Tamiang menempuh jarak sekitar 100 km atau 2 jam perjalanan ke jalan nasional.

Karena dari Simpang Jernih ke Aceh Timur sendiri, belum terbangun jalan memadai.

Padahal dari Simpang Jernih dekat dengan Kecamatan Peunaron dan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Tapi akses jalan perlu dibenahi dan perlu dibangun jembatan dari Desa Simpang Jernih ke Desa Pante Kera.

Serta satu lagi perlu perbaikan jembatan yang sudah dibangun dari Pante Kera ke Dusun Pulo Munte, Desa Ranto Panjang Bedari, seterusnya perlu perbaikan jalan yang tembus ke Birem Bayeun atau Peunaron.

Berita Hoax Virus Corona Picu Kepanikan, Rekaman Video Lama Seolah-olah Baru

"Jaraknya hanya 17 Km, karena itu besar harapan masyarakat jalan dari Simpang Jernih ke Birem Bayeun atau Peunaron, Aceh Timur, ini bisa dibangun memadai. Karena jika dibandingkan melalui jalan Aceh Tamiang, jika warga Simpang Jernih ingin ke Idi, ibukota Aceh Timur, maka harus menempuh jarak sekitar 150 Km," ungkap Burhan.

Sebelum meugang Idul Fitri 1441 Hijriyah kemarin atau tepat 21 Mei Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Aceh Timur, juga mengadakan operasi pasar atau menjual bahan pangan murah yang disubsidi pemerintah.

Dijadwalkan pasar murah digelar Rabu 20 Mei 2020.

Tapi karena truk yang membawa bahan pangan terpacak di jalan seharian dan baru bisa lewat setelah ditarik kendaraan lainnya, maka pasar murah digelar Kamis 21 Mei 2020.

Warga berharap, semoga Simpang Jernih, kecamatan pedalaman Aceh Timur, ini menjadi prioritas pembangunan pemerintah ke depan.

Karena, masyarakat merindukan sentuhan pembangunan yang memadai seperti daerah lainnya di Aceh. (*)

Toke Seum Resmikan IGD Covid-19 di RSUD Langsa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved