Breaking News:

Heboh Aplikasi Kitab Suci Aceh

Kemenag Sebut Pembuat Aplikasi Kitab Suci Aceh Sudah Mengusik Kerukunan Beragama di Aceh

Untuk diketahui, aplikasi Kitab Suci Aceh yang diunggah di playstore oleh Faith Comes By Hearing berisi terjemahan kitab Injil, Taurat dan Zabur dalam

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
FOR SERAMBINEWS.COM
Kasubbag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Aceh, Muhammad Nasril Lc MA. 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh melalui Sub Bagian Kerukunan Umat Beragama dan Ortala juga mengecam pembuat aplikasi Kitab Suci Aceh karena sudah mengusik ketenanganan masyarakat dalam beragama.

Untuk diketahui, aplikasi Kitab Suci Aceh yang diunggah di playstore oleh Faith Comes By Hearing berisi terjemahan kitab Injil, Taurat dan Zabur dalam bahasa Aceh.

Aplikasi itu ternyata sudah dirilis pada 7 Agustus 2019 dan diupdate kembali pada 18 September 2019.
Kasubbag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Aceh, Muhammad Nasril Lc MA kepada Serambinews.com, Sabtu (30/5/2020) menilai aplikasi tersebut sudah mengusik kerukunan beragama yang sudah terjalin sejak lama di Aceh.

Menurutnya, mencatut nama Aceh dalam sebuah aplikasi yang memuat terjemahan kitab suci agama lainnya sangat tidak tepat dan dapat meresahkan warga.

"Silakan cari nama lain yang tidak ada unsur provokasi. Jika kita lihat antara nama aplikasi dengan isinya tidak ada kaitannya," kata Nasril.

Ia mengatakan, pihak pengembang silahkan berkarya, namun harus memperhatikan kearifan lokal masyarakat suatu daerah, jika memang aplikasi tersebut berkaitan dengan daerah tertentu.

Besok Peraturan Wali Kota Sabang Berakhir, Senin Lusa Kapal Kembali Akan Mengangkut Penumpang

Aktivitas Terhenti Karena Lockdown, Jutaan Warga Brasil Teriak Kelaparan

Sekolah Mulai 13 Juli 2020, Dinas Pendidikan Bireuen Siapkan Aturan Ketat

"Itu tidak cocok dengan kearifan lokal masyarakat Aceh kalau nama aplikasi itu ditulis kitab suci Aceh. Maunya langsung saja ditulis kitab suci agama apa kemudian di bawahnya ditulis bahasa apa, tidak seperti yang sedang beredar saat ini," ujar pria yang pernah menjabat Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Aceh itu.

Nasril mengatakan, pihaknya meminta pihak pengembang aplikasi tersebut untuk segera mengubah namanya. "Aceh sangat rukun saat ini, jangan usik kerukunan tersebut hanya dengan aplikasi," kata Nasril.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved