Berita Aceh Barat
Nelayan di Aceh Barat belum Melaut, Akibat Hasil Tangkapan Kurang Laku
Biaya operasional yang dikeluarkan tidak balik modal, sehingga nelayan masih menunggu hingga harga ikan kembali normal.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Puluhan nelayan di Aceh Barat kusus boat diatas 10 GT masih belum bisa melakukan aktifitas melaut lantaran hasil tangkap belum bisa terjual dengan harga maksimal, akibat dampak dari Corona Virus Disease (Covid-19), sehingga kondisi tersebut masih mengalami kerugian.
Keadaan tersebut mengakibatkan, para toke bangku yang menanggung biaya operasional nelayan untuk melaut, selalu tekor atau rugi.
“Keadaan nelayan saat ini masih sangat memperihatinkan, karena belum bisa melaut secara normal seperti biasanya, hal itu disebabkan tidak mampu menanggung biaya operasional oleh toke bangku, karena selalu rugi, itu kusus boat diatas 10 GT,” ungkap Nanda Ferdiansyah, Sekjen Panglima Laot Kabupaten Aceh Barat kepada Serambi, Sabtu (30/5/2020).
Disebutkan, sebagian boat 10 GT bayak yang terparkir sejak satu bulan terakhir, dan hal tersebut menyebabkan para nelayan mengalami kesulitan terhadap pendapatan ekonomi, akibat tidak melaut.
Disebutkan, keluhan yang diterimanya saat ini belum ada solusinya, sebab setiap biaya operasional yang dikeluarkan tidak bisa balik modal, sehingga masih menunggu hingga harga ikan bisa normal kembali.(*)
• Pemerintah Aceh Perpanjang Kegiatan Belajar dari Rumah
• Tujuh Desa di Abdya Belum Salurkan BLT Dana Desa
• Lampu Suar di Muara Anak Laut Aceh Singkil Padam, Nelayan Kesulitan Pulang
• Viral, Tim Covid-19 Malaysia Semangati Tim Medis Indonesia: Jangan Menyerah dalam Perang Ini
• Objek Wisata Ditutup, Muara Anak Laut Jadi Buruan Warga Aceh Singkil
• Heboh Aplikasi Kitab Suci Aceh di Google Playstore, Ketua FKUB Langsa Minta Pemerintah Bertindak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nandaferdiansyah.jpg)