False Negative atau Positive Itu Hal Lumrah dalam Tes Swab
Menutur Dr Mahlil Ruby, hasil swab yang tak konsisten (tidak taat asas) itu merupakan hal yang lumrah dalam pemeriksaan
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Amirullah
Seperti biasa, spesimen itu diperiksa di tempat yang sama, yakni Laboratorium Balitbangkes Aceh di Gampong Bada, Aceh Besar.
"Nah, kali ini hasilnya kembali negatif. Tapi pasien belum kita izinkan untuk meninggalkan RSUZA karena masih harus diperiksa sekali lagi swab tenggorokannya," kata Hanif.
Apabila pemeriksaan berikutnya menunjukkan hasil yang konsisten, yakni tetap negatif, barulah pasien I dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.
Dokter Hanif mengaku hasil tes pasien I selalu berubah-ubah.
• Fakta, Penyebab Utama Sahrul Gunawan dan Una Maulina Gagal Menikah Diungkap, Singgung Soal Takdir
• Sahrul Gunawan Batal Nikahi Gadis Aceh, Una Maulina Ungkap Alasan Hubungannya Kandas
Fenomena seperti itu bukan hal langka dalam kasus Covid-19. Sebelum ini setidaknya ada satu pasien di Aceh yang hasil swab-nya juga tak konsisten, yakni As (46) asal Manggeng, Aceh Barat Daya.
Berdasarkan rapid test, perempuan ini dinyatakan positif corona. Setelah diswab di RSUZA, hasilnya negatif. Lalu ia diizinkan pulang.
Menjelang pulang spesimen lendir tenggorokannya diambil lagi. Hasil pemeriksaan swab-nya yang kedua ternyata positif. Ia dijemput dan dirawat lagi di RSUZA. Selang seminggu barulah hasilnya negatif.
Menurut Hanif, pasien I awalnya bukan ODP, juga bukan PDP. Dia justru orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.
Ia ketahuan positif corona justru karena melakukan pemeriksaan swab mandiri saat hendak bepergian ke Jakarta.
"Karena mau ke luar daerah, lalu ia jalani pemeriksaan RT PCR. Dan ternyata hasilnya ia positif Covid-19," ungkap Hanif, Kamis (28/5/2020) lalu.
Hanif menduga, karena I adalah OTG jadi belum begitu banyak virus atau kuman di tenggorokannya. Saat pengambilan spesimen melalui swab bisa jadi virusnya sekali didapat, tapi lain waktu tidak. Itulah sebab mengapa saat diperiksa di lab hasilnya kadang negatif, kadang positif.
• Makin Diminati, Jepang, Inggris dan Taiwan Setuju Penggunaan Remdesivir untuk Pasien Corona
Sebagaimana diberitakan terdahulu, sang kontraktor yang baru pulang dari Jakarta dan Medan, Sumatera Utara ini sudah dua kali menjalani pemeriksaan swab RT PCR di Laboratorium Balitbangkes Aceh.
Hasilnya sekali negatif, sekali positif corona. Hasil terbaru negatif lagi.
Kepada petugas, I mengaku sebelumnya ada melakukan perjalanan ke Medan, kawasan yang dinyatakan sebagai zona merah penyebaran corona di Sumatra.
Ia bahkan sempat melawat ke Sigli, Pidie, kemudian mengantar istrinya ke Susoh, Aceh Barat Daya. Kemudian menuju Tapaktuan dan jalan darat ke Medan. Dari Medan baru kembali ke Banda Aceh.
Karena hendak ke Jakarta lagi, lalu dia lakukan pemeriksaan swab mandiri. Dari sinilah akhirnya ketahuan bahwa ia positif Covid-19. (*)