Luar Negeri
Virus Corona Papar Enam Juta Orang, Presiden Brasil Caci Maki Wali Kota dan Gubernur
Jumlah kasus virus Corona dunia terus bertambah setiap hari dan sudah mencapai enam juta orang sampai Minggu (31/5/2020).
SERAMBINEWS.COM,WASHINGTON - Jumlah kasus virus Corona dunia terus bertambah setiap hari dan sudah mencapai enam juta orang sampai Minggu (31/5/2020).
Brasil mencatat rekor lonjakan infeksi harian tertinggi, sehingga semakin mempersulit cara menangani pandemi.
Negara-negara Amerika Latin bersiap-siap menghadapi minggu-minggu yang sulit karena penyakit ini menyebar dengan cepat ke seluruh wilayah.
Padahal banyak negara di bagian lain dunia mulai melonggarkan penguncian yang telah menghancurkan ekonomi dan menelanjangi jutaan pekerjaan.
Di Brazil , pusat penyebaran di Amerika Selatan sebanyak 500.000 kasus dikonfirmasi, hanya tertinggal di belakang Amerika Serikat .
Ketidaksepakatan di antara para pemimpin dunia mengenai langkah-langkah penguncian telah menghambat upaya memperlambat virus, karena kematian mendekati 30.000 orang.
Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, yang khawatir dampak ekonomi atas penguncian akan lebih buruk daripada virus itu sendiri.
Dia telah mencaci-maki gubernur dan walikota karena memaksakan apa yang ia sebut "tirani total karantina".
• Presiden Brazil Bertengkar Hebat dengan Gubernur Negara Bagian, Ada Apa?
• Berita Hoax Virus Corona Picu Kepanikan, Rekaman Video Lama Seolah-olah Baru
• Kasus Corona Arab Saudi Naik Menjadi 83.385 Orang
Ketika angka kematian global pandemi melampaui 368.000 orang, Presiden AS Donald Trump memutuskan hengkang dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Jumlah kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia lebih dari enam juta orang, menurut penghitungan AFP sampai Minggu (31/5/2020).
"Sekarang adalah saatnya untuk meningkatkan kerja sama dan solusi bersama," kata Uni Eropa dalam sebuah pernyataan.
Dia menambahkan: "Tindakan yang melemahkan hasil internasional harus dihindari."
Trump pada awalnya menangguhkan dana ke WHO bulan lalu, menuduh tidak cukup mengekang penyebaran awal virus.
Bahkan bersikap terlalu lunak terhadap Cina, tempat awal COVID-19 muncul akhir tahun lalu.
Ketika virus berkembang dengan kecepatan yang berbeda di seluruh dunia, ada tekanan di banyak negara untuk mencabut lockdown atau kuncian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-tokyo-jepang.jpg)