Breaking News:

Heboh Aplikasi Kitab Suci Aceh

Aliansi Pemuda Aceh di Jakarta Berencana Pidanakan Pembuat Aplikasi Kitab Suci Aceh

Aliansi Pemuda Aceh Jakarta (APA) Jakarta mendatangi Bareskrim Polri untuk melakukan konsultasi hukum terkait kasus aplikasi Kitab Suci Aceh.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Taufik Hidayat
KIRIMAN SAFARUDDIN
Aliansi Pemuda Aceh Jakarta (APA) Jakarta berfoto bersama usai mendatangani Bareskrim Mabes Polri, Minggu (31/5/2020). 

Laporan Masrizal | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Aliansi Pemuda Aceh Jakarta (APA) Jakarta, Minggu (31/5/2020) kemarin mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk melakukan konsultasi hukum sebelum melaporkan kasus aplikasi Kitab Suci Aceh yang diunggah di Google Play Store.

Sebelumnya, warga Aceh dihebohkan dengan kemunculan aplikasi Kitab Suci Aceh yang diunggah di Google Play Store oleh Faith Comes By Hearing.

Aplikasi tersebut berisi terjemahan kitab Injil, Taurat dan Zabur dalam bahasa Aceh. 

Dari data Google Play Store, aplikasi yang meresahkan masyarakat Aceh itu ternyata sudah dirilis pada 7 Agustus 2019 dan diupdate pada 18 September 2019, namun baru heboh sejak Sabtu (30/5/2020) kemarin.

Ketua Umum APA Jakarta, Nazarullah SE kepada Serambinews.com melalui siaran pers, Senin (1/6/2020) menyampaikan, kedatangan pihaknya ke Bareskim merupakan upaya konsultasi terkait langkah hukum yang mungkin akan ditempuh atas kasus aplikasi Kitab Suci Aceh.

“Kedatangan kita ke Bareskrim Mabes Polri masih sebatas untuk melakukan konsultasi terkait langkah hukum yang mungkin akan kita tempuh terkait kasus yang telah meresahkan masyarakat Aceh tersebut,” kata Nazarullah.

Dari hasil konsultasi dengan pihak Bareskrim Mabes Polri, jelasnya, sebelum membuat laporan pihaknya diminta untuk melengkapi beberapa dokumen pendukung lainnya selain beberapa bukti yang telah ditunjukkan dalam konsultasi tersebut.

"Pada Selasa (2/6/2020) besok, APA Jakarta akan kembali mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk menyerahkan sejumlah dokumen pendukung yang direkomendasikan untuk dilengkapi. Proses tersebut nantinya akan menjadi landasan apakah kasus ini memenuhi unsur untuk dilanjutkan ke jalur tuntutan hukum," ujar Nazarullah.

Nazarullah berharap, laporan pihaknya bisa  memenuhi unsur untuk dilanjutkan ke penuntutan hukum. “Sasaran dari upaya pelaporan ini bukan pihak Google, namun pihak pengembang aplikasi Kitab Suci Aceh,” tutup Nazar.(*)

Donald Trump Dievakuasi Paspampres ke Bunker Bawah Tanah, Demo di Depan Gedung Putih Memanas

Forum Muda Peusangan Raya Tagih Janji Panitia Pemekaran: Jangan-jangan Permohonan Diajukan ke Depag

Polisi Tangkap Penjual Narkoba di Ulee Kareng, Ini Jumlah Sabu-sabu yang Diamankan

Banjir Luapan Sungai Krueng Masen Surut, Warga Kembali ke Rumah

UPDATE Corona di Indonesia 1 Juni 2020: Kasus Covid-19 Jadi 26.940, Bertambah 467 Kasus

Pilih Bintang Korea Selatan, Ini Komentar Pemain Bhayangkara Asal Bireuen TM Ichsan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved