Breaking News:

Luar Negeri

AS Terancam Konflik Berdarah, Donald Trump Mobilisasi Tentara

Kerusuhan yang terjadi di negara adidaya, Amerika Serikat (AS) tampaknya makin memanas. Demontrasi anti-rasisme yang dilancarkan seusai tewasnya

Editor: M Nur Pakar

Seorang pria kulit hitam tak bersenjata terbunuh ketika seorang perwira polisi kulit putih berlutut di lehernya.

Aksi brutal polisi itu telah menyebabkan kerusuhan sipil terburuk dalam beberapa dasawarsa di New York, Los Angeles dan puluhan kota lainnya.

Setelah dikritik karena diam atas krisis yang memburuk, Trump membela diri dalam pidato nasional dari taman Gedung Putih, Senin (1/6/2020) malam.

Saat itu polisi menembakkan gas air mata pada pengunjuk rasa di luar pagar Gedung Putih

"Saya telah mengirim ribuan dan ribuan tentara bersenjata lengkap, personel militer dan petugas penegak hukum," kata Trump.

Dia menegaskan pengerahan besar-besaran tentara untuk menghentikan kerusuhan, penjarahan, perusakan, penyerangan, dan perusakan bangunan.

Deonstrasn membakar bak sampah dekat barikade polisi selama demonstrasi menentang kematian George Floyd dekat Gedung Putih pada 31 Mei 2020
Deonstrasn membakar bak sampah dekat barikade polisi selama demonstrasi menentang kematian George Floyd dekat Gedung Putih pada 31 Mei 2020 (AFP / ROBERTO SCHMIDT)

Donald Trump Caki Maki Gubernur, Bertindak Terlalu Lemah Terhadap Demonstran

Donald Trump Marah Besar, Kematian George Floyd Mengerikan, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Mati

Teroris Domestik Kepung AS, Donald Trump Bersembunyi di Bawah Tanah Gedung Putih

Dia mengecam kerusuhan di Washington sebagai "aib total" dan meminta gubernur untuk mengendalikan jalan-jalan.

"Jika sebuah kota atau negara menolak bertindakuntuk mempertahankan kehidupan dan fasilias publik, maka saya akan mengerahkan militer Amerika Serikat untuk cepat menyelesaikan masalah bagi mereka," katanya.

Dia juga mengeluarkan kecaman terhadap aksi para teroris domestik.

Terlepas dari retorika presiden, protes Senin (1/6/2020) tampaknya sebagian besar damai di kota-kota besar.

Tetapi, beberapa penjarahan dilaporkan tetap terjadi di New York dan Los Angeles.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved