Jumat, 17 April 2026

Luar Negeri

AS Terancam Konflik Berdarah, Donald Trump Mobilisasi Tentara

Kerusuhan yang terjadi di negara adidaya, Amerika Serikat (AS) tampaknya makin memanas. Demontrasi anti-rasisme yang dilancarkan seusai tewasnya

Editor: M Nur Pakar
AFP/ROBERTO SCHMIDT
Polisi yang didukung tentara bersenjata lengkap menangkap seorang pengunjuk rasa yang berdemo dekat Gedung Putih, Washington, AS, Senin (1/6/2020). 

Bahkan, kerusakan harta benda yang meluas dan satu orang ditembak mati di Louisville, Kentucky.

Seorang pria di kursi roda dengan anjingnya berhadapan dengan seorang petugas Garda Nasional saat demo di Los Angeles, Senin (1/6/2020)
Seorang pria di kursi roda dengan anjingnya berhadapan dengan seorang petugas Garda Nasional saat demo di Los Angeles, Senin (1/6/2020) (AFP / Frederic J. BROWN)

Kematian menyakitkan Floyd disebar oleh video ponsel menunjukkan polisi Derek Chauvin menjepitnya dengan lututnya selama hampir sembilan menit.

Ketika pria berusia 46 tahun itu memohon untuk hidup dengan kata-kata yang menghantui: "Aku tidak bisa bernapas!"

"Buktinya konsisten sebagai penyebab kematian, dan pembunuhan sebagai cara kematian," kata Aleccia Wilson, seorang pakar Universitas Michigan yang memeriksa jasadnya atas permintaan keluarga Floyd.

Pemeriksa medis Hennepin merilis otopsi resmi yang menyebut kematian sebagai pembunuhan disebabkan oleh "kompresi leher."

Meskipun juga mengatakan ia mabuk dan ada penyakit jantung.

Sebuah peringatan untuk Floyd akan berlangsung pada Kamis (4/6/2020) di Minneapolis sebelum pemakamannya di Houston, tempat ia dibesarkan, pada 9 Juni 2020.

Tetapi ratusan orang menyampaikan duka mendalam di Minneapolis pada Senin (1/6/2020), tepat satu pekan ia meninggal.

Warga membentuk lingkaran besar di lokasi pembunuhan di mana mereka berlutut, dan berdoa.

Floyd, 46, dituduh mencoba membeli rokok dengan uang palsu.

Otopsi menghidupkan kembali tuntutan untuk menangkap tiga petugas polisi lainnya yang menjaga Chauvin ketika Floyd terbaring sekarat.

Chauvin telah didakwa dengan pembunuhan tingkat tiga dan dijadwalkan muncul di pengadilan 8 Juni 2020.

Lebih dari 40 kota memberlakukan jam malam setelah malam-malam penuh ketegangan.

Penjarahan lebih banyak terjadi di New York Selasa (2/6/2020) dinihari, lapor seorang reporter AFP saat melihat, toko-toko termasuk Best Buy dan Nike dirusak massa.

Walikota Bill de Blasio dengan cepat mengumumkan jam malam pukul 20:00 pada Selasa (2/6/2020) di kota yang tidak pernah tidur, tiga jam lebih awal dari Senin (1/6/2020)..

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved