Berita Banda Aceh
Piasan Rakyat, Gelar Lomba Baca Puisi Virtual Tingkat SD se-Provinsi Aceh
Seniman Aceh yang tergabung dalam "Piasan Rakyat" menyelenggarakan lomba baca puisi virtual untuk tingkat sekolah dasar (SD) se Provinsi Aceh....
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -Seniman Aceh yang tergabung dalam "Piasan Rakyat" menyelenggarakan lomba baca puisi virtual untuk tingkat sekolah dasar (SD) se-Provinsi Aceh.
Peserta lomba diminta mengirim video rekaman pembacaan puisi tanpa diedit melalui WA ke No: +61451173830, dengan menuliskan: nama peserta_asal sekolah_judul puisi, durasi video maksimum 5 menit, dan direkam di rumah. Masing-masing peserta hanya mengirimkan satu video.
Panitia menyediakan puisi yang akan dibacakan yakni: puisi "Ibu" karya Chairil Anwar, puisi "Ibu" karya Ahmad Mustofa Bisri dan puisi "Ibu" karya Kahlil Gibran. Rekaman video belum pernah dipublikasikan dalam media apapaun.
Djamal Sharief, salah seorang konseptor lomba ini menyatakan, pendaftaran ditutup pada 12 Juni 2020.
Tapi apabila jumlah peserta sudah mencapai 20 orang, maka panitia langsung menutup pendaftaran. "Kita memang membatasi jumlah peserta," kata Djamal Sharief.
Kriteria penilaian mencakup aspek penafsiran, penghayatan (ekspresi), vocal dan penampilan.
"Jadi diharapkan kepada perserta agar saat membaca puisi benar-benar memperhatikan aspek penilaian," ungkap Djamal Sharief juga salah seorang juri dalam lomba ini.
Panitia menyediakan hadiah uang tunai untuk lima video tepilih dan dua video favorit.
"Hadiah juga akan bertambah bila ada donasi yang masuk, bila target donasi berlebih, maka akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan Piasan Rakyat selanjutnya," ujar Djamal Sharief.
Lomba ini digerakkan oleh Djamal Sharief, Murtala, Raihana Diani dan Munawar/Ajes. Idenya berawal dari wabah yang melanda di seluruh pelosok negeri tak terkecuali Aceh,
Sama halnya dengan masyarakat pada umumnya, seniman pun terbias oleh wabah yang tengah menyerang udara Aceh sehingga harus mengurung diri agar tak terhirup virus yang mematikan itu.
"Kita kemudian berbincang, membentuk Piasan Rakyat, menawarkan program-program virtual yang diadakan oleh rakyat dan dibiayai oleh rakyat dan tetap bisa digelar hanya dari rumah," kata Murtala yang sejak 2010 bermukim di Australia.
Sebelumnya, mereka menyelenggatakan piasan "Makmeugang, Aceh Musik Etnik Festival, Festival Takbiran" dan sekarang menawarkan jenis lomba untuk anak-anak sekolah dasar, yang masih terkurung dan tak bisa bertemu dengan teman-temannya satu sekolah.
"Lomba Baca Puisi Tingkat SD se Provinsi Aceh diharapkan mampu membantu anak-anak tetap berkreatifitas meskipun tetap berada dalam rumah," kata Murtala.(*)
• Blood for Life Foundation Bersama Trans Corp dan CT Arsa Foundation Bantu 250 APD untuk RSUD-YA
• Kankemenag Aceh Tengah Segera Sosialisasikan Pembatalan Keberangkatan Haji Kepada JCH
• Koordinator Jang-Ko Bantah Terima Imbalan dari Bupati Sarkawi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/djamal-sharief-panitia-lomba-dan-publikasi-lomba-baca-puisi-tingkat-sd-se-aceh.jpg)