Breaking News:

Berita Subulussalam

Akibat Posting Status Ujaran Kebencian di Facebook, Tiga Pria Ini Minta Maaf ke Polres Subulussalam 

Permintaan ketiga pengguna akun facebook ini ditujukan kepada pihak kepolisian di jajaran Polres Subulussalam serta masyarakat setempat.

Tangkapan layar dari video
Seorang dari tiga pelaku ujaran kebencian terhadap Polres Subulussalam yang meminta maaf melalui akun facebooknya. Selengkapnya isi permintaaf maaf mereka bisa disimak melalui link sebagaimana tercantum dalam berita 

Nah, masih nekat memposting sesuka hati di media sosial? Bijaklah!.

Masuk Subulussalam, Warga asal Zona Merah Harus Kantongi Surat Bebas Covid-19

Pelaku Telah Merencanakan Bunuh Korban, Cangkul dan Kayu Telah Dipersiapkan di Lokasi

15.116 Penerima Dana BST di Aceh Besar Dipending Pencairan Tahap II, Ini Penjelasan Kadis Sosial

Sebagaimana diberitakan sebeumya, peringatan kepada para pengguna media sosial (Medsos) khususnya facebook di Kota Subulussalam dalam memosting atau menyebarkan informasi.

Pasalnya, kepolisian resor Subulussalam saat ini sedang memantau akun facebook palsu yang menyebarkan ujaran kebencian. 

Hal ini sebagaimana disampaikan Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono SIK dalam keterangan pers, Rabu (3/6/2020).

Menurut Kapolres AKBP Qori Wicaksono polisi telah melakukan penyisiran terhadap sejumlah akun facebook di Kota Subulussalam yang selama ini membuat postingan atau menyebar informasi berbau provokasi atau kebencian.

Dalam penyisiran tersebut ditemukan sejumlah akun facebook palsu alias bodong.

“Jadi dalam beberapa waktu ini kami melakukan pemantauan dan melacak sejumlah akun facebook yang bodong atau palsu.

Pelacakan ini untuk mendeteksi penyebaran ujaran kebencian atau provokasi,” ujar Kapolres AKBP Qori Wicaksono. 

Polisi akan mendeteksi beberapa akun yang berpotensi menganggu keamanan atau ketertiban di sana.

Nah, dari pelacakan tersebut ada akun facebook yang dioperasikan pemiliknya dari luar Subulussalam.

Dikatakan, ada pemilik akun mengoperasikan facebook dari luar Subulussalam seperti Aceh Selatan, Kutacane, Banda Aceh dan Blangpidie atau Aceh Barat Daya (Abdya).

Jadi, kata AKBP Qori akun-akun medsos dikendalikan bukan oleh orang yang berdomisili di Subulussalam saja.

Selain itu, terdeteksi pula beberapa akun facebook bodong bertautan dengan resmi. 

Terdapat orang yang memiliki akun lebih dari satu bahkan sampai tiga. Polisi telah mendeteksi pelaku namun sejauh ini belum mengambil tindakan hukum. 

Dalam hal ini Kapolres AKBP Qori mengingatkan masyarakat Kota Subulussalam agar bijak menggunakan media sosial.

Ini untuk menghindari kasus hukum akibat pelanggaran Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

”Kalau mau buat kritikan silakan tapi santun jangan menyudutkan, atau menistakan maupun provokasi. Karena ini dapat berhadapan dengan hukum,” imbau Kapolres AKBP Qori. (*)


Penulis: Khalidin
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved