Breaking News:

Luar Negeri

Demonstran AS Berbaring, Meniru Kematian George Floyd Selama 8,46 menit

Para demonstran di AS yang mulai melakukan demo damai, melakukan sikap berbeda.Mereka beramai-ramai berbaring dengan tangan terborgol ke belakang

Editor: M Nur Pakar
AFP/Joseph Prezioso
Para demonstran berbaring dengan tangan terborgol ke belakang dalam aksi "Black Lives Matter" untuk memprotes kematian George Floyd dan lainnya di Boston, Massachusetts, AS, Rabu (3/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Para demonstran AS yang mulai melakukan demo damai, melakukan sikap berbeda.

Mereka beramai-ramai berbaring dengan tangan terborgol ke belakang pada Kamis (4/6/2020).

Selama 8 menit, 46 detik adalah lamanya George Floyd mengalami kematian akibat tidak bisa bernafas lagi.

Pria kulit hitam berusia 46 tahun itu terjepit di tanah di bawah lutut petugas polisi Minneapolis yang putih sebelum meninggal pekan lalu.

Sejak saat itu, para pemrotes, sekutu, dan kelompok sayap kiri bentrok dengan polisi.

Di Boston dan Tacoma, Washington, para demonstran berbaring di jalan-jalan menggelar kematian selama 8 menit, 46 detik.

Di Washington, senator Demokrat pada Kamis (4/6/2020) berkumpul di Gedung Emansipasi Capitol AS.

Beberapa berdiri, beberapa berlutut di lantai marmer selama hampir sembilan menit..

Senator Cory Booker, DN.J., menutup dengan mengatakan :

"Semoga kita menghormati orang mati dengan melindungi semua yang masih hidup."

VIDEO - Seorang Pria Kulit Putih Mengacungkan Pisau Cakar pada Demonstran Bela George Floyd

VIDEO - Aksi Vandalisme dan Penjarahan Barang Para Demonstran Amerika Buntut Kematian George Floyd

Ilhan Omar: Demo Kematian George Floyd Sah

ViacomCBS, pemilik MTV dan Nickelodeon, menghentikan pemrogramannya awal minggu ini untuk menghormati Floyd selama 8 menit, 46 detik.

Google meminta karyawan untuk mengheningkan cipta pada Rabu (3/6/2020) selama hampir 9 menit .

Ribuan warga menggelar
Ribuan warga menggelar "Black Lives Matter" untuk memprotes kematian George Floyd di Boston, Massachusetts, AS, Rabu (3/6/2020). (AFP/Joseph Prezioso)

Hal itu pengingat mendalam dari ketidakadilan yang dialami oleh Mr Floyd dan banyak lainnya," kata CEO Google dan Alfabet Sundar Pichai dalam sebuah surat kepada karyawan.

"Komunitas kulit hitam kami terluka, dan banyak dari kita mencari cara untuk membela apa yang kita yakini."

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved