Breaking News:

Kupi Beungoh

Penggemukan Sapi Aceh dan Uang Rp 650 Miliar; "Leumoe Gop, Geutanyoe Peu-Eumpeun"

menampakkan fakta dengan menutup fakta yang lain untuk tujuan melabelkan negatif/positif, merupakan bagian dari teknik Name Calling.

FOR SERAMBINEWS.COM
Haekal Afifa 

Oleh Haekal Afifa*)

PEMBERITAAN tentang sapi yang 'dianggap' kurus pada UPTD Perternakan di Saree, Aceh Besar, membuat saya mengulik akar dari pengadaan sapi yang kabarnya menghabiskan ratusan miliar anggaran Aceh.

Saya tidak ingin melihat persoalan ini dari sisi kawan-kawan aktivis yang pro atau kontra semata. Tapi juga ingin melihat ini dari sisi komunikasi propaganda politik, dan dalam kasus sapi ini terlihat bagaimana instrumen itu dibangun.

Kasus ini, mengingatkan saya pada Jembatan Sikundo yang dulu juga viral karena hanya diikat dengan seutas tali, namun faktanya ada jembatan di samping tali tersebut sedang dibangun.

Fakta ini terungkap tidak lama setelah foto-foto dan video 'jembatan gantung' itu viral di media.

Ya, saya melihat kasus yang sama terjadi pada masalah sapi yang hari ini diangkat ke publik.

Memang, ada sapi kurus di UPTD IBI Saree, khususnya di cluster karantina.

Tidak bisa ditutupi, sapi kurus tersebut adalah sebuah fakta yang tidak terbantahkan dan ini menjadi presenden buruk dari sebuah kinerja, khususnya pejabat UPTD tersebut.

Karena, membiarkan makhluk hidup kelaparan adalah bagian dari dosa.

Namun, ada fakta lain yang terkesan disembunyikan saat sapi kurus itu viral.

Halaman
1234
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved