Jumat, 24 April 2026

Luar Negeri

Colin Powell, Mantan Kepala Staf Gabungan AS Tegur Donald Trump

Dia masuk di antara mantan jenderal yang menyebut kebijakan Presiden AS Donald Trump keluar dari konstitusi atau Undang-undang.

Editor: M Nur Pakar
AFP / Drew Angerer/GETTY IMAGES NORTH AMERICA
Mantan Kepala Staf Gabungan AS, Colin Powell 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Colin Powell, seorang mantan perwira militer dan diplomat top Amerika di bawah presiden Partai Republik mengeluarkan pernyataan yang sangat berani.

Dia masuk di antara mantan jenderal yang menyebut kebijakan Presiden AS Donald Trump keluar dari konstitusi AS atau Undang-undang.

Powell mengatakan akan memilih calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dalam pemilihan Noveber 2020.

Dalam tuduhan pedah terhadap Trump yang disampaikan ke wartawan CNN, Powell, Minggu (7/6/2020) mengatakan:

"Presiden AS Donald Trump telah menjadikan demokrasi berbahaya."

"Trump juga terus menyebar kebohongan dan hinaan ke negara lain, sehingga telah melemahkan Amerika di mata dunia."

"Kami memiliki konstitusi. Kami harus mengikuti konstitusi itu. Dan presiden menjauh darinya," kata Powell.

Presiden AS, Trump berbicara dengan distributor obat-obatan, Owens dan Minor Inc, di Allentown, Pennsylvania, AS, Kamis (14/5/2020)
Presiden AS, Trump berbicara dengan distributor obat-obatan, Owens dan Minor Inc, di Allentown, Pennsylvania, AS, Kamis (14/5/2020) (AFP/MANDEL NGAN)

Donald Trump Sempat Minta 10.000 Tentara Tangani Demo George Floyd di Washington, Tapi Ditolak

VIDEO - Donald Trump Ancam Kerahkan Militer, Jika Negara Bagian Gagal Tertibkan Perusuh

AS Terancam Konflik Berdarah, Donald Trump Mobilisasi Tentara

Seorang mantan Kepala Staf Gabungan, yang memimpin koalisi menyerbu Irak pada 2003 untuk menggulingkan Saddam Hussein.

Dia merupakan yang terbaru dari sejumlah pensiunan perwira tinggi militer yang secara terbuka mengkritik Trump.

Khususnya tentang tanggapan Trump terhadap protes massa anti-rasisme yang telah melanda Amerika Serikat sejak polisi membunuh George Floyd, seorang pria kulit hita yang tidak bersenjata di Minneapolis.

Titik kritis tampaknya telah dicapai di antara para pensiunan jenderal yang biasanya diam.

Terutama, ketika Trump mengancam akan menggunakan militer yang aktif untuk memadamkan protes di kota-kota AS.

Rencana itu langsung memicu perlawanan dari para pemimpin Pentagon, markas utama militer AS.

"Kami berada di titik balik," kata Powell, saat mengecam para senator Republik tidak mendukung Trump.

"Dia berbohong tentang banyak hal."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved