Berita Subulussalam
KBM Tatap Muka di Subulussalam Sudah Berjalan Tiga Hari, Begini Kondisi Sekarang
“Hingga hari ketiga, KBM tatap muka digelar, tidak ada masalah dan semua sekolah mampu melaksanakan,” kata Kadisdikbud Subulussalam, Sairun, S.Ag.
Laporan Khalidin | Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Subulussalam, Sairun, S.Ag memastikan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di daerah tersebut berjalan dengan baik.
“Hingga hari ketiga, KBM tatap muka digelar, tidak ada masalah dan semua sekolah mampu melaksanakan,” kata Kadisdikbud Subulussalam, Sairun, S.Ag kepada Serambinews.com, Senin (8/6/2020).
Sairun mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan KBM tatap muka yang mulai digelar pada Jumat (5/6/2020) lalu, dan sejauh ini belum ada kendala apa pun di lapangan. Ia berharap, kondisi seperti itu terus terjaga sesuai agenda KBM tatap muka hingga 20 Juni mendatang.
Disebutkannya, di Kota Subulussalam jumlah keseluruhan sekolah yang melaksanakan KBM tatap muka sebanyak 112 sekolah yang tersebar di lima kecamatan. Dari 112 sekolah yang menggelar KBM tatap muka, 84 Sekolah Dasar (SD) dan 28 Sekolah Menengah Pertaman (SMP).
Meski KBM dilakukan dengan tatap muka, tegasnya, namun proses pembelajaran tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan pemerintah.
• Puluhan Warga Langsa Baro Geruduk Kantor Keuchik, Protes BLT Dana Desa
• Dana Infrastruktur Dialihkan untuk Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Plt PUPR Simeulue
• Kapal Nelayan Ikut Membantu Pencarian Pelajar yang Terseret Ombak di Pulau Rukui, Aceh Tamiang
SOP Covid-19 diterapkan bukan hanya kepada guru dan murid, namun juga kepada semua yang terlibat ke sekolah. “Belajar tatap mukanya tidak full, satu hari dibagi menjadi beberapa shift dan siswa duduk jaga jarak,” ujar Sairun.
Para wali murid saat mengantar dan menjemput anaknya, beber dia, juga diwajibkan menggunakan masker dan cuci tangan. Pun demikian warga yang masuk ke areal sekolah juga diwajibkan memakai masker tanpa terkecuali.
Untuk mengantisipasi kerumunan pelajar, Disdikbud menginstruksikan kepada dewan guru untuk mengatur jadwal masuk belajar siswa dan menjaga jarak. Karenanya, Sairun bersama staf yang ditunjuk bertugas terus memantau sekolah di lapangan.
“Ini dilakukan guna memastikan pihak sekolah menjalankan instruksi yang telah saya tetapkan sebelum pembelajaran tatap muka,” tukasnya. “Jika ada sekolah yang mengabaikan instruksi tersebut, akan diberi peringatan jika masih melakukannya akan diberi sanksi,” pungkas Sairun.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kbm-tatap-muka.jpg)