Breaking News:

Luar Negeri

Penggemar K-Pop Kumpulkan Rp 14 Triliun Untuk Gerakan Black Lives Matter

Penggemar megabintang K-pop, BTS dari Korea Selatan berhasil mengumpulkan sumbangan Rp 14 triliun.

Editor: M Nur Pakar
AFP / File / Ed JONES
Megabintang K-Pop, BTS dari Korea Selatan 

SERAMBINEWS.COM SEOUL - Penggemar megabintang K-pop, BTS dari Korea Selatan berhasil mengumpulkan sumbangan Rp 14 triliun.

Sumbangan itu diberikan kepada gerakan Black Lives Matter di AS yang memprotes kematian George Floyd.

"Sumbangan terkumpul hanya dalam waktu 24 jam," kata panitia, kepada AFP, Senin (8/6/2020).

Manajer band Big Hit Entertainment mengatakan mereka dan BTS menjadi penyumbag terbesar di dunia .

Mereka mengatakan telah bersama-sama menyumbangkan 1 juta dolar AS untuk gerakan anti-rasisme yang sedang berlangsung di AS dan sekitarnya.

Hal itu dipicu oleh kematian di tangan polisi setelah menahan seorang pria kulit hitam tak bersenjata dengan berlutut di lehernya.

"Kami menentang diskriminasi rasial. Kami mengutuk kekerasan," tweet BTS pekan lalu, yang sejak itu telah di-retweet sekitar 1 juta kali.

Pengumuman Big Hit segera memicu hashtag #MatchAMillion menjadi tren di seluruh dunia di Twitter, dengan serangkaian penggemar BTS .

New Normal Gagal, Korea Selatan Kembali Perketat Pembatasan Sosial di Ibu Kota Seoul

Viral Gadis Melayu Kencan dengan Oppa Korea Bahas Budaya dan Hijab, Videonya Menarik Perhatian

Korea Utara Berulang Kali Tunda Sekolah, Bulan Ini Dibuka

Satu di Angkatan Darat menyiapkan proyek donasi online untuk tujuan tersebut.

Pada Senin (8/6/2020) pagi, One in a Army mengumumkan mereka telah mengumpulkan lebih 1 juta dolar AS dari hampir 35.000 pendonor.

"Sama seperti BTS, kami dapat menyumbangkan 1 juta dolar AS untuk membantu dana talangan bagi mereka yang ditangkap karena memprotes kebrutalan polisi," katanya.

Tentara Korsel juga mendukung kelompok-kelompok advokasi yang dipimpin orang kulit hitam, kata mereka di Twitter.

Tidak ada penyelenggara grup penggemar yang berasal dari Korea Selatan, menurut situs web mereka, dengan sebagian besar dari Eropa atau Amerika Utara.

Pengumuman ini mengikuti upaya online baru-baru ini oleh penggemar K-pop untuk mengambil alih tagar #WhiteLivesMatter yang kontroversial.

Sering digunakan oleh mereka yang mengkritik demonstran anti-rasisme, dengan memposting tag bersama dengan video dan gambar penyanyi favorit mereka.

BTS - atau Bangtan Sonyeondan, yang diterjemahkan sebagai Bulletproof Boy Scouts adalah grup K-pop pertama yang menduduki tangga lagu teratas.

Baik di Amerika Serikat maupun Inggris dengan serangkaian pertunjukan terjual habis di Los Angeles, Paris dan Stadion Wembley London.

"Saya dari London. Ibuku harus berurusan dengan rasisme sepanjang hidupnya," tulis seorang penggemar kulit hitam BTS.

"Aku benar-benar bangga memberitahunya kelompok itu bahwa ... aku suka mendukung kami dan berdiri bersama kami," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved