Breaking News:

Luar Negeri

Selain Mewariskan Utang Negara Rp 3.500 Triliun, Najib Razak Juga Disebut Diktator

Najib Razak meninggalkan kepemimpinannya sebagai Perdana Menteri Malaysia dengan mewariskan utang negara mencapai Rp3.500 triliun.

AFP/Mohd Rasfan
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tiba di kompleks pengadilan Duta di Kuala Lumpur, pada Rabu (4/7/2018). (AFP/Mohd Rasfan) 

SERAMBINEWS.COM - Najib Razak meninggalkan kepemimpinannya sebagai Perdana Menteri Malaysia dengan mewariskan utang negara mencapai Rp3.500 triliun.

Seperti diketahui, Najib Razak menjabat dua periode yaitu tahun 2009-2013 dan 2013-2018.

Kemudian Mahatir Mohamad menggantikannya meski baru-baru ini dirinya mengundurkan diri.

Kala menjabat Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, akhirnya ikut buka suara terhadap krisis yang dialami oleh Malaysia.

Utang Malaysia ini berhilir pada kasus mega korupsi mantan Perdana Menterinya (PM) Najib Razak beserta istri.

Yang pusing tentunya pemerintahan selanjutnya suksesi dari Najib ke tangan PM tertua dunia, Mahathir Mohamad waktu itu.

Tak sampai di situ, lebih jauh ternyata kepemimpinan Najib Razak juga menuai protes lain.

Yakni seputar caranya memerintah yang berbau kediktatoran.

Dilansir dari National Interest, pada Maret 2016, mantan wakil perdana menteri Malaysia saat itu, Muhyiddin Yassin , mengeluarkan pernyataan di Facebook yang memperingatkan bahwa negara tersebut telah jatuh ke dalam kediktatoran.

Yassin mengecam Perdana Menteri yang waktu itu berkuasa, Najib tun Razak karena mengawasi membungkam demokrasi di negeri Jiran ini.

Halaman
123
Editor: Faisal Zamzami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved