Breaking News:

Tak Lagi Dukung Seperti 2019, Juru Bicara PA 212 Sarankan Prabowo Tak Usah Lagi Nyapres

Haikal Hassan justru menyebut kurang etis jika Prabowo kembali mencalonkan diri di Pilpres setelah tiga kali.

Editor: Amirullah
Capture YouTube Talk Show tvOne
Ketua II Persaudaraan Alumni, Haikal Hassan mengungkapkan hukum buzzer bayaran bagi masyarakat khususnya yang beragama Islam pada acara ILC, Selasa (7/10/2019). 

SERAMBINEWS.COM - Survei Indo Barometer menunjukkan tingkat elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berada di posisi puncak.

Hal itu menjadikan peluang Prabowo untuk kembali maju sebagai calon Presiden di Pemilu 2024 semakin besar.

Namun nampaknya pendukung Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mulai berkurang.

Terkait hal itu, Juru Bicara Presidium Alumni (PA) 212, Haikal Hassan angkat bicara soal hasil survei Indo Barometer terkait Pilpres 2024.

Haikal Hassan mengatakan ia tak mau ambil pusing.

Haikal Hassan justru menyebut kurang etis jika Prabowo kembali mencalonkan diri di Pilpres setelah tiga kali.

Hal tersebut disampaikan Haikal Hassan melalui kanal YouTube Kompas TV, Jumat (12/6/2020).

Haikal menyebut, sebelum membicarakan soal Pilpres 2024, seharusnya pemerintah memperbaiki sistem Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tak hanya itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) disebutnya juga memerlukan perbaikan.

"Saran saya, saran kami, sebelum menetapkan siapa yang akan diusung kembali, perbaiki dulu sistem KPU dan Bawaslu," ucap Haikal.

"Agar Pilpres nanti berjalan dengan baik."

Sebelumnya, PA 212 menjadi pendukung Prabowo dalam Pilpres 2019.

Namun setelah Prabowo jadi menteri, Haikal justru menilai tak etis jika Ketua Umum Partai Gerindra itu kembali maju di Pilpres.

"Yang kedua, pencalonan ini dari sisi etika politik kurang etis," kata Haikal.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved