Breaking News:

Bangsamoro

Otonomi Bangsamoro Filipina Telah Capai Enam Keuntungan, Kata Negosiator Perdamaian Asal Turki

Program-program yang dijalankan oleh pemerintah otonomi mendapatkan dukungan luar biasa dari masyarakat setempat.

Editor: Zaenal
ANADOLU AGENCY/MAHMUT ATANUR
Anak-anak Muslim Moro berpose untuk difoto di Cotabato, Filipina pada 26 Juli 2018. Presiden Filipina Rodrigo Duterte meratifikasi Undang-undang Otsus Bangsamoro (Bangsamoro Organic Law) yang diusulkan. Referendum ini diharapkan akan diadakan di wilayah Moro Muslim, tidak lebih awal dari 90 hari dan tidak lebih dari 150 hari setelah efektifitasnya. 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao telah mencapai enam keuntungan signifikan dengan kesepakatan damai kawasan mayoritas Muslim dengan pemerintah.

Hal itu diungkap negosiator perdamaian asal Turki Huseyin Oruc, dalam sebuah konferensi video, Sabtu pekan lalu.

Oruc yang merupakan Wakil Kepala Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH), mengatakan bahwa pemerintah daerah telah menunjukkan keberhasilan yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Mindanao.

Program-program yang dijalankan oleh pemerintah otonomi mendapatkan dukungan luar biasa dari masyarakat setempat.

IHH telah membantu orang-orang di kawasan ini sejak 1997 dan menjadi salah satu anggota Tim Pemantau Pihak Ketiga Independen untuk menilai pelaksanaan prasyarat perjanjian damai yang ditandatangani antara pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF).

Menjelaskan perjuangan berdekade-dekade Muslim Moro untuk tanah merdeka, Oruc mengatakan Front Pembebasan Islam Moro telah mengambil keputusan bijak untuk menerima otonomi.

Wilayah Bangsamoro - yang lama dirampas kebebasannya di bawah Spanyol, AS, Jepang, dan negara Filipina modern - diberikan otonomi setelah referendum bersejarah diadakan pada 21 Januari dan 6 Februari tahun lalu di Mindanao selatan.

Pimpinan MILF Jabat Kepala Menteri Pemerintahan Bangsamoro, Mantan Kombatan Akan Masuk Parlemen

Referendum Bangsamoro Filipina: Siapa yang Keluar? Siapa yang Masuk?

Huseyin Oruc menyebutkan, Otonomi Bangsamoro telah memberikan setidaknya enam keuntungan bagi kehidupan masyarakat di Mindanao selatan.

1. Dengan perjanjian damai tersebut, Bangsamoro menjadi lebih kuat yang dapat melindungi dirinya dengan lebih baik.

2. Orang-orang di wilayah itu telah mendapatkan identitas mereka yang diakui oleh pemerintah pusat.

3. Mereka akan berbagi sumber daya di wilayah tersebut dengan pemerintah pusat dengan porsi 50-50.

4. Bangsamoro akan membangun keamanan mereka sendiri melalui pasukan polisi setempat.

5. Bangsamoro membangun sistem Hukum Islam di wilayahnya.

6. Kerukunan antaragama di antara umat Islam, Kristen, dan minoritas lain di kawasan ini telah menjadi contoh bagi bagian lain dunia.

Referendum Bangsamoro Dimulai, dari Pengadilan Syariah Hingga Penonaktifan 40.000 Kombatan BIAFF

Penduduk Cotabato dan Isabela Pilih ‘Ya’ untuk Mendukung UU Organik Bangsamoro

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved