Plebisit UU Organik Bangsamoro

Referendum Bangsamoro Filipina: Siapa yang Keluar? Siapa yang Masuk?

Para pemilih ditanya apakah mereka ingin bergabung dengan Daerah Otonomi Bangsamoro yang baru dibentuk di Muslim Mindanao (BARMM).

Referendum Bangsamoro Filipina: Siapa yang Keluar? Siapa yang Masuk?
Kolase Google.com/Anadolu Agency
Kolase foto peta Filipina bagian selatan dan Muslim Moro merayakan hasil jajak pendapat (plebisit) Hukum Organik Bangsamoro, di Cotabato, Filipina, Selasa (22/1/2019). 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Penghitungan suara sedang berlangsung pada ronde kedua referendum otonomi bagi Muslim Moro di Filipina selatan.

Pemungutan suara ronde kedua yang berlangsung, Rabu (6/2/2019) dimaksudkan untuk memutuskan daerah mana yang mungkin bergabung dengan wilayah otonomi.

Pada akhir bulan lalu, referendum putaran satu, secara resmi meratifikasi Daerah Otonomi Bangsamoro (BARMM), sementara pemungutan suara pada putaran kedua, akan menetapkan batas-batasnya.

Presiden Rodrigo Duterte bertemu dengan ketua pendiri Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Nur Misuari di Istana Malacañang pada Agustus 2017.
Presiden Rodrigo Duterte bertemu dengan ketua pendiri Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Nur Misuari di Istana Malacañang pada Agustus 2017. (news.abs-cbn.com)

Baca: Komitmen Duterte, Presiden Filipina Keturunan Muslim dan Sahabat Nur Misuari (Bagian 3)

Referendum ronde kedua, Rabu (6/2/2019), diadakan di enam kota yaitu, Tagoloan, Balo-i, Pantar, Munai, Nunungan dan Tangcal (di barat laut Lanao del Norte), serta di 67 area perumahan di Cotabato Utara.

Menurut hasil tidak resmi, suara "Ya" memimpin di Cotabato Utara, tetapi "Tidak" memenangi pemungutan suara di Lanao del Norte.

Hanya dua dari 67 distrik di Cotabato utara yang memilih “Tidak”, sehingga secara umum penduduk di Cotabato utara setuju untuk dimasukkan dalam wilayah otonomi Muslim Mindanao.

Sementara pendudukan daerah pemilihan di Lanao Del Norte menolak masuk ke dalam Daerah Otonomi Muslim Bangsamoro. 

Lebih rinci, sebuah laporan tidak resmi menyatakan, sebanyak 140 suara di Cotabato Utara memilih “Ya”, dengan mudah mengalahkan 70.000 suara “Tidak”.

Tapi Lanao del Norte hanya 420.000 suara “Ya” melawan 937.000 suara “Tidak”.

Wilayah yang memilih “Ya” akan bergabung dengan wilayah otonom baru yaitu, Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM).

Orang-orang yang memegang spanduk bertuliskan 'YA ke BOL' terlihat di provinsi Cotabato, Pulau Mindanao, Filipina, Jumat (18/1/2019). Plebisit atau semacam referendum tidak resmi akan diadakan di wilayah tersebut, Senin (21/1/2019), untuk meratifikasi Bangsamoro Organic Law (BOL), yang akan menciptakan Daerah Otonomi Bangsamoro. Plebisit akan dimulai di dua kota, dengan putaran kedua akan diadakan pada 6 Februari di daerah lain di wilayah tetangga.
Orang-orang yang memegang spanduk bertuliskan 'YA ke BOL' terlihat di provinsi Cotabato, Pulau Mindanao, Filipina, Jumat (18/1/2019). Plebisit atau semacam referendum tidak resmi akan diadakan di wilayah tersebut, Senin (21/1/2019), untuk meratifikasi Bangsamoro Organic Law (BOL), yang akan menciptakan Daerah Otonomi Bangsamoro. Plebisit akan dimulai di dua kota, dengan putaran kedua akan diadakan pada 6 Februari di daerah lain di wilayah tetangga. (ANADOLU AGENCY/AHMET FURKAN MERCAN)

Baca: Penduduk Cotabato dan Isabela Pilih ‘Ya’ untuk Mendukung UU Organik Bangsamoro

Baca: Hasil Sementara Referendum Bangsamoro, Ya Memimpin Perolehan Suara di 5 Wilayah

Halaman
123
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved