Kamis, 28 Mei 2026

Pilot Jet Tempur Sempat Minta Tolong

Pesawat jet tempur TNI AU jenis BAe Hawk 209 dengan Nomor Registrasi TT-0209, Senin (15/6/2020) sekitar pukul 08.15 WIB, jatuh ke permukiman

Tayang:
Editor: bakri
Tangkapan layar di KOMPAS TV
Bidik layar video amatir jatuhnya pesawat tempur TNI AU. Pesawat diketahui sebagai BAE Hawk 209 dengan nomor registrasi TT-0209. (Tangkapan layar di KOMPAS TV) 

* Saat Melayang di Udara Pakai Parasut

* Pesawat TNI AU Jatuh di Permukiman

JAKARTA - Pesawat jet tempur TNI AU jenis BAe Hawk 209 dengan Nomor Registrasi TT-0209, Senin (15/6/2020) sekitar pukul 08.15 WIB, jatuh ke permukiman kawasan Perumahan Mutiara Sialang Indah, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Pesawat tersebut jatuh di lokasi yang berjarak 5 kilometer (Km) dari runway 36 Lanud Roesmin Noerjadin Pekanbaru, menyebabkan dua rumah rusak. Sementara pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru, selamat dalam kejadian itu setelah ia berhasil keluar dari jet menggunakan kursi pelontar (ejection seat).

Eti Marni, warga perumahan lokasi jatuhnya pesawat tempur itu mengatakan, tak lama setelah pesawat jatuh, dia melihat seseorang melayang di udara menggunakan parasut. Lelaki itu ternyata adalah pilot jet tempur tersebut yang jatuh sekitar 100 meter dari rumahnya. "Dia sempat berteriak minta tolong kepada kami. Suami saya dan warga lain langsung berusaha membantu pilot itu," jelas Eti.

Suara dentuman keras saat jet tempur itu jatuh menimpa rumah tetangganya sempat membuat Eti  'shock'. Terlebih, sesaat setelah kejadian pesawat tersebut terbakar hebat dan mengeluarkan asap tebal. Eti menceritakan, sebelum kejadian itu, dirinya mendengar suara pesawat terbang rendah. Tak berselang lama, terdengar suara ledakan yang begitu keras hingga mengejutkan dirinya yang saat itu tengah masak di dapur.

Informasi lain, rumah yang tertimpa pesawat tempur jatuh tersebut dalam kondisi sedang tidak ada penghuni. Hal itu diungkapkan pemilik rumah bernama Roni. Roni menceritakan, ia mendengar kabar tersebut dari keluarga yang mendapat telepon dari penjaga rumah saat pagi hari tak lama berselang setelah kejadian. "Ditelepon bapak yang mengurus rumah ini, katanya ada pesawat tempur jatuh, rumah bapak habis, makanya saya ngecek ke sini," ujar Roni.

Ia menyebutkan, halaman dan dapur rumah milik keluarganya tersebut hancur. Namun, beruntung rumah tersebut dalam keadaan kosong. "Itu rumah kontrakan, tapi belum ada yang menyewa. Waktu itu sempat ada yang mau nyewa cuma karena ada sesuatu hal, belum jadi disewa," katanya. Roni menjelaskan, ia sempat menanyakan perihal rumahnya kepada beberapa anggota TNI AU di lokasi kejadian namun belum mendapatkan jawaban pasti.

"Kata tentara itu, tunggu sama komandan saja, nanti silakan koordinasi sama kepala desa," kata Roni menirukan ucapan seorang anggota tentara yang berjaga di lokasi tersebut. Roni berharap agar rumah keluarganya dapat diperbaiki oleh instansi terkait seperti sediakala sehingga bisa ditempati dengan layak.

Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Fadjar Prasetyo, dalam konferensi pers di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, kemarin, menyampaikan permintaan maaf kepada pemilik rumah. Menurut Fadjar, TNI AU akan bertanggung jawab sepenuhnya dalam kejadian tersebut. "TNI Angkatan Udara dalam hal ini Lanud Roesmin Nurjadin akan bertanggung jawab. Terima kasih kepada masyarakat dan aparat yang sudah membantu. Baik dari Kodim, Polres, Koramil, maupun Polsek," ujarnya.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Fajar Adriyanto, mengatakan pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail yang menerbangkan pesawat tempur dalam kondisi selamat usai keluar menggunakan kursi pelontar (ejection seat). "Pilot berhasil melontarkan diri dari pesawat menggunakan ejection seat dan selamat. Saat ini berada di RSAU dr Soekirman Lanud Rsn Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Indra Kusuma, seorang warga yang menyelamatkan pilot dan sempat membawa pilot ke rumahnya bahkan sempat memberi obat salep. Indra menceritakan, awalnya, pagi tadi (kemarin pagi-red) ia sedang santai di rumah bersama keluarga. Tiba-tiba mendengar suara dentuman keras di dekat rumahnya. Istrinya langsung berteriak sambil mengatakan ada pesawat jatuh.

Indra yang mendengar teriakan istrinya langsung ke luar rumah dan mencari arah suara ledakan tersebut. Saat keluar dari rumah, warga sudah berkerumun mengelilingi pilot yang saat itu berada di jalan langsung dibawa Indra Kusuma bersama dua warga lainnya. "Saya langsung bawa ke teras rumah, karena kan takut melihat kerumunan warga masih ada Covid," jelasnya.

Sembari melepaskan parasut yang masih melilit di badan pilot, Indra kemudian meminta sang pilot tenang. "Saya bilang tenang dan jangan panik, sambil menunggu jemputan dari TNI," ujarnya. Karena melihat ada luka memar di wajah tepatnya di bawah mata pilot, Indra Kusuma pun berinisiatif untuk memberikan salep krim obat memar dan sempat mengoleskan ke wajah si pilot. "Saya oleskan salep di wajahnya karena memang memar," kata Indra Kusuma.

Menurut Indra Kusuma, dia berupaya menyelamatkan pilot ini karena menurutnya, pilot adalah aset negara. "Saya juga sempat kasih air minum tadi (kemarin-red), setelah sebelumnya saya kasih salep," pungkas Indra Kusuma.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Fajar Adriyanto, mengatakan, jet tempur dengan Nomor Ekor TT-0209 yang jatuh tersebut sempat kehilangan tenaga (lost power) saat hendak mendarat di Runway 36 Lanud Roesmin Nurjadin ( Rsn ) Pekanbaru. Fajar mengatakan, pesawat itu mengalami musibah tersebut ketika akan mendarat kembali dari latihan rutin terjadwal pada pukul 08.13 WIB.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved