Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Kutaraja

Baru 55,40 Persen Hasil Rapid Test Masuk ke Dinkes, Analisa Pemetaan Penularan Covid-19 Tersendat

Pelaksanaan rapid test massal yang dilancarkan Dinkes Aceh bekerja sama dengan Dinkes kabupaten/kota sejak 7 Juni 2020, berakhir pada 18 Juni 2020.

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Saifullah
IST
dr Hanif, Kepala Dinas Kesehatan Aceh 

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pelaksanaan rapid test massal yang dilancarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh bekerja sama dengan Dinkes kabupaten/kota sejak 7 Juni 2020, berakhir pada 18 Juni 2020.

Hanya saja, dari 23 kabupaten/kota dan sejumlah rumah sakit di Aceh yang mendapat pasokan bantuan alat rapid test dari Dinkes Aceh untuk pelaksanaan tes cepat massal, ternyata yang sudah melaporkan penggunaannya cukup sedikit hanya 55,40 persen.

Padahal, laporan penggunaan alat rapid test beserta hasil pemeriksaan sampel darah itu sangat penting untuk analisa pemetaan kondisi penularan wabah virus corona dalam masa pelaksanaan ‘New Normal’ cegah Covid-19 di Aceh.

Itu artinya, dengan belum masuknya seluruh laporan penggunaan alat dan hasil rapid test dari kabupaten/kota serta sejumlah rumah sakit ke Dinkes Aceh, maka secara langsung membuat analisa pemetaan penularan Covid-19 tidak maksimal alias tersendat.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh, dr Hanif mengatakan, dari 22.000 alat rapid test yang telah disalurkan ke kabupaten/kota dan sejumlah rumah sakit di Aceh, yang baru masuk laporan pemanfatan alat tersebut ke Dinkes hingga Senin (15/6/2020), baru 12.189 unit atau 55,40 persen.

Ditengah Pandemi Covid-19, Imigrasi Lhokseumawe Hanya Layani 42 Pemohon Paspor Tiap Hari

Polres Subulussalam Sudah Ambil Sampel Untuk Telusuri Penyebab Ikan Mati di Sungai Longkib

RS Pertamedika Klarifikasi Terkait Pasien Covid-19 yang Sempat Dirawat

"Oleh karena itu, daerah atau pihak yang sudah menerima bantuan alat rapid test, diharapkan melaporkan penggunaan alat tersebut ke Dinas Kesehatan Aceh. Ini penting untuk analisa pemetaan kondisi penularan wabah virus corona dalam masa pelaksanaan ‘New Normal’ cegah Covid-19 di Aceh," kata dr Hanif kepada Serambinews.com, Kamis (18/6/2020), di ruang Sekda Aceh usai pembahasan pemanfaatan rapid test dan swab untuk analisa pemetaan penularan wabah Covid-19 di Aceh.

Dari laporan pemanfaatan alat rapid test yang sudah masuk ke Dinas Kesehatan Aceh, sebut Hanif, ada beberapa daerah, laporan penggunaannya masih sedikit. Misalnya Aceh Tamiang, laporan pemanfaatan alat rapid test baru 87 unit dari seribu unit yang sudah dikirim.

“Dari 87 unit yang sudah digunakan itu, hasil rapid test nya, 5 reaktif dan 82 nonreaktif,” sebut Kadinkes. “Selanjutnya, Kota Langsa yang dilaporkan baru 72 unit, hasil tes nya 71 nonreaktif dan satu unit rusak,” ucap dia.

“Kemudian Aceh Jaya baru dilaporkan 103 unit, hasil tes nya 103 nonreaktif. Lalu Sabang baru dilapor 172 unit, hasil tes nya 168 nonreaktif, 4 unit lagi rusak. Demikian juga dengan sejumlah kabupaten/kota lainnya,” bebernya.

Untuk rumah sakit, papar dr Hanif, paling banyak yang sudah menggunakan dan sudah lapor penggunaan alat rapid test adalah RSUZA mencapai 1.357 unit. Hasil tesny ada 9 reaktif, lainnya nonreaktif. Sedangkan RS Ibu dan Anak penggunaannya 40 unit, hasil tesnya semua nonreaktif.

Lintas Blangkejeren Kutacane akan Diberlakukan Sistem Bukan Tutup Mulai 20 Juni

VIDEO - Ayu, Anak Yatim yang Mengalami Luka Aneh Usai Operasi

Begini Kondisi Terkini 5 Pasien Positif Covid-19 yang Dirawat di RSUCM Aceh Utara

“RS Kesdam 111 unit, hasil tes 3 reaktif dan 108 nonreaktif. RS Bhayangkara 40 unit, hasil tes 3 reaktif dan 37 nonreaktif. Untuk RSJ ada 50 unit, hasil tesnya semua nonreaktif. Demikian juga dengan RS Arun 41 unit, di mana hasil tesnya juga semua nonreaktif. RS Pertamedika 20 unit, hasil tes 20 nonreaktif. Terakhir, untuk perkantoran ada 420 unit dan hasil tes semua atau ke-420 sampel nonreaktif,” rinci Kadinkes.

Lebih lanjut, dr Hanif memaparkan, utuk data sementara hasil pemeriksaan swab RT-PCR yang sudah terdata di Dinas Kesahatan Aceh per 15 Juni 2020, jumlahnya 734 swab dengan hasil tes 27 orang positif dan sisanya 707 negatif Covid-19.

"Jumah itu belum termasuk kasus virus corona baru sebanyak 11 orang, ditambah kasus baru 11 orang positif, sehingga total yang positif di Aceh menjadi 38 orang. Dari 23 kabupaten/kota, angka sementara yang positif virus corona paling banyak sementara ini ada di Kota Lhokseumawe sebanyak 18 orang," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved