Rabu, 8 April 2026

Luar Negeri

Kasus Virus Corona Palestina Naik Dua Kali Lipat

Kasus Corona di Tepi Barat, Palestina meningkat dua kali lipat dalam sepekan ini. Otoritas Kesehatan Palestina Senin (22/6/2020) memperingatkan

Editor: M Nur Pakar
AFP/HAZEM BADER
Dokter dari Kementerian Kesehatan Palestina mengumpulkan dan memeriksa sampel pasien virus Corona di Hebron, Tepi Barat, Senin (22/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Kasus virus Corona Tepi Barat, Palestina meningkat dua kali lipat dalam sepekan ini.

Otoritas Kesehatan Palestina Senin (22/6/2020) memperingatkan gelombang kedua infeksi bisa lebih buruk daripada yang pertama.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan 142 kasus COVID-19 baru pada Senin (22/6/2020).

Dikatakan itu menjadi tingkat tertinggi dalam satu hari sejak dimulainya pandemi.

Dilansir AFP, Senin (22/6/2020), sepekan lalu, kementerian melaporkan 430 kasus virus Corona di Tepi Barat.

Pada Senin (22/6/2020) kasus-kasus di wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak 1967 meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 903 orang.

Israel telah mencatat lebih dari 20.800 kasus virus korona, termasuk 307 kematian.

Pihak berwenang Israel mengatakan sedang mempersiapkan gelombang kedua infeksi.

Pada Kamis (18/6/2020) Menteri Kesehatan Palestina Mai Al-Kaila memperingatkan gelombang infeksi kedua.

Dia mengatakan lebih berbahaya daripada yang pertama.

"Banyak kasus telah ditemukan di mana sumber penularannya tidak diketahui, dan pekerja medis juga telah terinfeksi," katanya.

Sebagian besar infeksi dapat ditelusuri ke Palestina yang bekerja di Israel atau pengunjung Arab Israel ke Tepi Barat, kata Kaila.

Palestina Meradang, Zionis Abaikan Seruan Barat, Bersikeras Perluas Jajahan di Tepi Barat

Palestina Krisis Berat, Teriak Bantuan, Belum Ada Negara Arab yang Gubris

Palestina Minta Bantuan ke 40 negara

Otoritas Palestina untuk sementara waktu menutup kota Hebron dan Nablus di Tepi Barat pada Sabtu (20/6/2020).

Hal itu untuk mencegah penyebaran virus Corona setelah peningkatan infeksi yang tajam.

Otoritas Palestina mendesak Arab Israel, keturunan Palestina tetap di rumah mereka setelah pembentukan Israel pada 1948.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved