Luar Negeri
Kasus Virus Corona Palestina Naik Dua Kali Lipat
Kasus Corona di Tepi Barat, Palestina meningkat dua kali lipat dalam sepekan ini. Otoritas Kesehatan Palestina Senin (22/6/2020) memperingatkan
SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Kasus virus Corona Tepi Barat, Palestina meningkat dua kali lipat dalam sepekan ini.
Otoritas Kesehatan Palestina Senin (22/6/2020) memperingatkan gelombang kedua infeksi bisa lebih buruk daripada yang pertama.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan 142 kasus COVID-19 baru pada Senin (22/6/2020).
Dikatakan itu menjadi tingkat tertinggi dalam satu hari sejak dimulainya pandemi.
Dilansir AFP, Senin (22/6/2020), sepekan lalu, kementerian melaporkan 430 kasus virus Corona di Tepi Barat.
Pada Senin (22/6/2020) kasus-kasus di wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak 1967 meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 903 orang.
Israel telah mencatat lebih dari 20.800 kasus virus korona, termasuk 307 kematian.
Pihak berwenang Israel mengatakan sedang mempersiapkan gelombang kedua infeksi.
Pada Kamis (18/6/2020) Menteri Kesehatan Palestina Mai Al-Kaila memperingatkan gelombang infeksi kedua.
Dia mengatakan lebih berbahaya daripada yang pertama.
"Banyak kasus telah ditemukan di mana sumber penularannya tidak diketahui, dan pekerja medis juga telah terinfeksi," katanya.
Sebagian besar infeksi dapat ditelusuri ke Palestina yang bekerja di Israel atau pengunjung Arab Israel ke Tepi Barat, kata Kaila.
• Palestina Meradang, Zionis Abaikan Seruan Barat, Bersikeras Perluas Jajahan di Tepi Barat
• Palestina Krisis Berat, Teriak Bantuan, Belum Ada Negara Arab yang Gubris
• Palestina Minta Bantuan ke 40 negara
Otoritas Palestina untuk sementara waktu menutup kota Hebron dan Nablus di Tepi Barat pada Sabtu (20/6/2020).
Hal itu untuk mencegah penyebaran virus Corona setelah peningkatan infeksi yang tajam.
Otoritas Palestina mendesak Arab Israel, keturunan Palestina tetap di rumah mereka setelah pembentukan Israel pada 1948.
Hal itu untuk menghindari kunjungan dan warga Palestina yang bekerja di Israel untuk tinggal di rumah selama 14 hari.
Penguncian Tepi Barat sejak kasus virus Corona pertama yang diidentifikasi pada 5 Maret 2020 dicabut pada akhir Mei 2020.
Di Jalur Gaza, otoritas Palestina telah mendaftarkan 72 kasus virus Corona baru, Covid-19, termasuk satu kematian.
Uni Emirat Arab
Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) telah melakukan lebih dari 3 juta tes untuk virus Corona baru, Covid-19.
Jumlah itu mewakili hampir sepertiga dari 9,89 juta penduduk, kata Menteri Kesehatan Abdul Rahman Mohammed Al-Owais.
Negara itu mulai melacak kasus-kasus pada awal Januari 2020.
Atau sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah serius.
Menteri mengatakan pada pertemuan puncak pemerintah dunia tentang tanggapan Covid-19 secara virtual, Senin (22/6/2020).
"Penduduk dan warga negara berkumpul bersama selama pandemi virus Corona," katanya.
Al-Owais menambahkan kerjasama pemerintah dengan sektor swasta sangat diperlukan.
Pada April 2020, Deep Knowledge Group yang berbasis di Inggris memberi peringkat UEA di antara 10 negara teratas dunia untuk mengobati kasus COVID-19.
Dalam daftar itu terdapat Jerman, China, Korea Selatan, Austria, Hong Kong, Singapura, Taiwan, Israel, dan Jepang.
UAE telah melaporkan penurunan jumlah kasus harian, dengan angka terbaru menunjukkan 392 pasien baru pada Minggu (21/6/2020).
Negara ini sejauh ini mencatat total 44.925 kasus, dengan 302 kematian dan 32.415 pemulihan.
Sementara itu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pandemi virus Corona masih meningkat secara global,.
Dia menyerukan kesiapsiagaan global yang bukan investasi satu kali, tetapi berkelanjutan.
Para menteri kesehatan Swedia, Norwegia dan Emirat menekankan perlunya belajar untuk hidup dengan Covid-19 dan mengembangkan normal baru.
Sentimen itu digemakan oleh utusan WHO , David Nabarro, yang mengatakan:
"Virus Corona tidak akan hilang, terserah kita semua untuk mengubah prilaku kita untuk hidup dengan virus ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dokter-palestina-di-hebron.jpg)