Luar Negeri
Warga Perancis Abaikan Lockdown, Berjoget di Konser Sampai Dini Hari, Aparat Tembakkan Gas Air Mata
Ribuan orang berkumpul di Perancis pada Minggu (21/6/2020), untuk merayakan festival musik tahunan dan melanggar aturan lockdown.
Padahal, aturan yang berlaku di Perancis saat ini adalah pertemuan publik tak boleh dihadiri lebih dari 10 orang.
Orang-orang merayakan festival itu sampai larut malam bahkan Senin dini hari (22/6/2020).
Di Les Invalides, Paris, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa setelah beberapa oknum melemparkan benda-benda.
Sebanyak 7 orang ditangkap di ibu kota akibat provokasi itu.
Di Perancis, orang-orang seharusnya menjaga jarak 1 meter di tempat umum, wajib pakai masker di transportasi umum, dan perkumpulan 5.000 orang atau lebih tidak diizinkan hingga 31 Agustus paling cepat.
Di Nantes, ada juga demonstrasi untuk mengenang Steve Maia Canico, remaja 24 tahun yang tenggelam di sungai saat menghadiri festival tahun lalu, menyusul tindakan polisi yang membubarkan konser gratis.
Ribuan orang berjalan menuju Nantes dan berakhir bentrok dengan polisi.
Banyak orang mengkritik acara itu, karena dikhawatirkan dapat memicu lonjakan kasus baru corona di Perancis.
"Saya tahu Fete de la Musique menyenangkan, tetapi tak bisakah kita menghindarinya tahun ini?" kata Dr Gilbert Deray dari RS La Pitie-Salpetriere Paris, dikutip dari BBC Senin (22/6/2020).
Ia menambahkan, akan menjadi bencana jika epidemi kembali melanda.
• Inilah 6 Pasukan Elite dalam Jajaran TNI, Dari Kopassus, Denjaka hingga Tontaipur
• Presiden Jokowi Minta Aparat Keamanan Tidak Terlalu Sensitif
• India dan China Akhirnya Sepakat Kurangi Ketegangan Setelah Hampir 11 Jam Berunding
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Abaikan Lockdown, Warga Perancis Berjoget di Konser Musik sampai Dini Hari"