Berita Politik

Presiden Jokowi Minta Aparat Keamanan Tidak Terlalu Sensitif

Mahfud MD mengungkapkan, aparat tidak perlu menanggapi terlalu serius menanggapi hoaks-hoaks ringan dan gurauan masyarakat.

TWITTER @JOKOWI
Presiden RI Joko Widodo menolak wacana pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar aparat keamanan tidak terlalu sensitif menanggapi aspirasi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Jokowi ketika berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (menkopolhukam) Mahfud MD, beberapa waktu lalu.

Mahfud MD menceritakan pesan dari Jokowi itu saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Pengawasan dan Update Kerawanan Pilkada 2020 yang disiarkan secara langsung di akun youtube resmi Bawaslu RI, Selasa (23/6/2020).

Dalam sambutannya itu, Mahfud MD mengatakan, ada banyak tantangan dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020.

Dikenal Rajin Kritik Jokowi, UAS Tanya ke Rocky Gerung: Andai Jadi Presiden Mau Apa? Ini Jawabannya

Presiden Jokowi Ajukan Banding ke PTUN Terkait Kasus Blokir Internet Papua

Saat Dialog dengan Purnawirawan TNI, Ini yang Dikatakan Menkopolhukam, Mahfud MD

Selain pandemi Covid-19, yang juga harus diwaspadai adalah maraknya konten berita bermuatan hoaks, fitnah, SARA, dan ujian kebencian.

"Beberapa hari yang lalu saya bicara dengan Presiden. Beliau berpesan agar aparat itu jangan terlalu sensi. Ada apa-apa ditangkap, ada apa-apa diadili. Orang mau webinar dilarang. Tidak usah, biarin saja kata Presiden. Wong, kita seminar tidak seminar tetap difitnah terus kok. Diawasi saja," kata Mahfud MD.

Mahfud MD mengungkapkan, aparat tidak perlu menanggapi terlalu serius menanggapi hoaks-hoaks ringan dan gurauan masyarakat.

Meski begitu, Mahfud menegaskan aparat tetap perlu menindak pelanggar hukum dan kriminal.

Kuasa Hukum Novel Baswedan Heran dengan Petinggi KPK, yang Disebutnya Tak Peduli Nasib Novel

Presiden Jokowi Sebut Perekonomoian Indonesia Akibat Pandemi Covid-19 Lebih Baik dari Eropa

Berapa Kekayaan Presiden Jokowi Saat Ini? Punya Bisnis Mebel dan Aset Tanah Tersebar di Solo

"Kalau melanggar hukum yang luar biasa, kriminal yang oleh umum dianggap kriminal itu baru ditindak. Kalau cuma bikin hoaks-hoaks ringan, orang bergurau, ya biarin sajalah," kata Mahfud MD.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu lantas menjelaskan konsep restorative justice. Menurutnya, restorative justice adalah hukum yang digunakan sebagai alat membangun harmoni. Restorative justice bermakna tindakan melanggar hukum guna menegakan hukum.

Halaman
12
Editor: Said Kamaruzzaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved