Luar Negeri
24 Organisasi HAM Desak PBB Masukkan Koalisi Arab Saudi Dalam Daftar Hitam
Puluhan organisasi hak asasi manusia (HAM) dan kemanusiaan mendesak PBB untuk memasukkan koalisi pimpinan Arab Saudi dalam daftar hitam.
Pada tahun 2016, Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon menghapus koalisi pimpinan Saudi dari daftar hitam, seusai protes keras dari Arab Saudi.
Koalisi yang dipimpin Saudi, yang didukung AS mendukung pemerintah Yaman yang diakui internasional.
Sehingga memerangi pemberontak Syiah, Houthi dan sekutu mereka.
Houthi telah merebut ibu kota Yaman, Sanaa, sejak September 2014.
Kemajuan mereka melintasi negara termiskin di dunia Arab membawa koalisi pimpinan Saudi ikut perang sejak Maret 2015.
Orang-orang Houthi tetap berada dalam daftar PBB karena gagal melindungi anak-anak.
Sekjen Guterres mengatakan dalam laporan itu kelompok pemberontak akan mengakhiri dan mencegah pelanggaran.
Kelompk HAM mengatakan:
"Tampaknya tiang gawang berkaitan dengan daftar dan tidak terdaftar terus berubah untuk mengakomodasi hasil yang telah ditentukan.
Ke-24 organisasi mengatakan kelalaian dan perbedaan telah merusak kredibilitas laporan, yang merupakan alat penting melindungi anak-anak dalam konflik.
Mereka menyerukan daftar yang akurat dan berbasis bukti, yang telah dikumpulkan dan diverifikasi.
Mereka juga mendesak Sekjen PB untuk mempertimbangkan kembali pencabutan koalisi yang dipimpin Saudi dan Tatmadaw dari laporan 2020.
Di antara para penandatangan surat itu adalah Amnesty International, Human Rights Watch, Pusat Global , Medecins du Monde, Dewan Pengungsi Norwegia dan Save the Children.
Kemudian, Pemantua Anak-anak dan Konflik Bersenjata, Komisi Pengungsi Perempuan dan World Vision International.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anak-kurang-gizi-di-yaman.jpg)