Selasa, 12 Mei 2026

Donald Trump Blacklist Pekerja Asing Masuk AS, Ini Alasannya

Bukan cuma itu, larangan baru Trump ini juga berlaku bagi pekerja yang memiliki visa L, yaitu manajer dan pekerja khusus

Tayang:
Editor: Amirullah
ANADOLU AGENCY/KYLE MAZZA
Presiden AS Donald Trump berbicara di hadapar ribuan pendukungnya di rapat umum 'Make America Great Again' di Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat pada 20 Juni 2020. 

Kebut Infrastruktur dan Abaikan Tinjauan Lingkungan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Kamis (4/6) telah meneken perintah eksekutif yang memberikan kekuatan darurat kepada Badan Federal untuk mempercepat proyek-proyek energi dan infrastruktur lainnya dengan mengesampingkan persyaratan izin lingkungan.

Gedung Putih mengatakan perintah tersebut adalah cara untuk membantu pemulihan ekonomi dari dampak pandemi virus corona (Covid-19) dan meningkatkan infrastruktur.

Praktis, hal ini juga mendorong pekerjaan umum seperti proyek jalan raya, proyek energi, pipa terminal yang bakal dipercepat.

()

Arsip foto memperlihatkan Presiden AS, Donald Trump, tersenyum saat akan menyampaikan pidato pembukaan pada Upacara Wisuda Akademi Militer AS 2020 di West Point, New York, 13 Juni 2020. Donald Trump berusia 74 tahun pada 14 Juni 2020. (Photo by Nicholas Kamm / AFP)

Peraturan Presiden ini juga menginstruksikan Departemen Dalam Negeri, Pertanian dan Pertahanan untuk mempercepat proyek di tanah federal alias tanah milik AS.

Trump memang telah sangat keras untuk menentang regulasi yang memperlambat rencana pembangunan infrastruktur semasa pemerintahannya.

Salah satu yang menghambat yakni aturan mengenai lingkungan hidup.

Awal tahun ini, administrasi Trump juga mengusulkan untuk merampingkan Undang-Undang Kebijakan Lingkungan Nasional (NEPA), dan peraturan dasar yang menciptakan tinjauan lingkungan yang dinilai memakan waktu dalam proses pembangunan proyek infrastruktur utama.

Proposal tersebut saat ini sedang memasuki periode komentar dan ulasan dari publik. Kritik tentu bermunculan, dan mengatakan perintah Trump tersebut cenderung mengorbankan warga Afrika Amerika dan minoritas lain yang akan terpengaruh oleh pembangunan infrastruktur energi.

"Menghilangkan NEPA mengambil salah satu alat komunitas kulit berwarna untuk melindungi diri dan membuat suara mereka didengar pada keputusan federal," ujar Anggota Kongres Demokrat Raul Grijalva, Ketua Komite Sumber Daya alam DPR AS dalam artikel yang dimuat Reuters, Jumat (6/5).

Christy Goldfuss, seorang Wakil Presiden Senior di Center for American Progress juga mengatakan memberikan badan tersebut menerobos aturan untuk proyek bahan bakar fosil akan membahayakan komunitas.

Malah bisa lebih berbahaya dibandingkan pandemi Covid-19 dan kekerasan polisi.

Namun, asosiasi industri justru memuji perintah Trump. Asosiasi Pertambangan Nasional mengatakan akan mendukung peningkatan penggunaan cadangan mineral domestik yang jumlahnya diakui sangat besar.

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Dua Kafe di Aceh Tamiang Digerebek Satpol PP, Sediakan Layanan Karaoke dengan Volume Tinggi

Frustasi Istrinya Tewas Kecelakaan, Pria 4 Anak Ini Menikah Lagi dengan Tikus Betina

Manfaat dan Efek Samping Serai bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Mengobati Demam hingga Hipertensi

Diserang Milisi, Satu Anggota TNI Pasukan Perdamaian PBB Gugur di Kongo, Satu Lainnya Luka

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Blacklist Pekerja Asing Masuk AS, Donald Trump Dikritik karena Batasi Imigran dan Perlambat Ekonomi

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved