Jumat, 24 April 2026

Makin Panas, 60 Persen Angkatan Laut AS Telah Berada di Asia Pasifik, Begini Respon China

AS telah mengerahkan 375.000 tentara & 60% dari kapal perangnya di kawasan Asia-Pasifik.Negeri Paman Sam juga mengirim tiga kapal induk ke wilayah itu

Editor: Amirullah
(Shutterstock)
Kapal perang Amerika Serikat (AS) jenis penjelajah berkekuatan rudal pandu, USS Lake Erie. 

60 persen kekuatan AS

AS telah mengerahkan 375.000 tentara dan 60% dari kapal perangnya di kawasan Asia-Pasifik.

Negeri Paman Sam juga mengirim tiga kapal induk ke wilayah itu.

Selama delapan tahun Barack Obama memerintah, Angkatan Laut AS hanya melakukan empat operasi kebebasan navigasi.

"Sementara di bawah Trump, ada 22 operasi," ungkap Wu.

Militer AS dan China "harus meningkatkan komunikasi" untuk "mencegah kesalahpahaman strategis dan salah perhitungan", menurut laporan tersebut.

"Pertemuan militer tingkat tinggi harus dilanjutkan, saluran telepon langsung harus dibuka, dan manuver Angkatan Laut bersama harus dilakukan," kata Wu.

Laporan itu menyebutkan, China tidak menganggap AS sebagai saingan potensial atau "membayangkan perang dingin atau panas baru dengan Amerika Serikat".

Dokumen tersebut memperingatkan, "memburuknya hubungan militer akan secara substansial meningkatkan kemungkinan insiden berbahaya, konflik, atau bahkan krisis".

Bisa menyeret Indonesia

Laut China Selatan saat ini menjadi perhatian internasional. Konflik antara China dan negara-negara yang mengklaim wilayah mereka di Laut China Selatan semakin meningkat.

Hal ini kian meningkatkan tekanan terhadap Indonesia dan Malaysia sebagai kekuatan utama di kawasan. kedua negara bisa berpotensi terseret konflik dengan China di Laut China Selatan.

Mengutip CNN, awal Juni lalu, kapal-kapal China dan Malaysia terperangkap dalam konflik besar selama lebih dari satu bulan sejak awal tahun 2020 di dekat Pulau Kalimantan di Laut China Selatan.

Konflik itu terjadi saat kapal Malaysia, Capella Barat, tengah mencari sumber daya di perairan yang juga diklaim Beijing.

Saat itu, sebuah kapal survei Tiongkok, disertai dengan kapal penjaga pantai, berlayar ke daerah tersebut dan mulai melakukan pemindaian, menurut gambar satelit yang dianalisis oleh Institut Transparansi Maritim Asia (AMTI).

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved