Breaking News:

Pemerintah Berikan Santunan Ratusan Juta Rupiah Untuk Tiga ASN yang Gugur Saat Tangani Covid-19

Adapun bentuk santunan yang diterima ahli waris berupa hak keuangan. Besaran uang santunan yang diterima berjumlah Rp 337 juta sampai Rp 341 juta.

Istimewa
Dokter Handoko Gunawan yang viral karena berjuang menangani pasien terpapar virus corona. 

Tunjangan ini terdiri dari tunjangan hari tua dan asuransi kematian, jaminan kecelakaan kerja yang meliputi santunan kematian, uang duka wafat, biaya pemakaman dan beasiswa bagi keluarga ASN yang gugur dalam tugas.

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), melalui Kementerian PANRB memberi santunan kepada tiga aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Kementerian Kesehatan yang gugur dalam tugas penanganan pandemi virus corona atau Covid-19.

Masing-masing penerima santunan di antaranya almarhum dokter Toni Daniel Silitonga dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, dokter gigi Yuniarto Budi Santoso dari Pemerintah Kota Bogor, dan almarhumah Ninung Dwi Puspa Ningsih, perawat RSCM Kemenkes.

Santunan secara simbolis disampaikan langsung oleh Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo kepada para ahli waris tiga ASN yang gugur. Prosesi penyerahan santunan dilakukan di Ruang Serba Guna Kemen PAN-RB, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Dokter yang Meninggal Dunia selama Pandemi Covid-19 Dapat Santunan Rp 250 Juta, Perawat Rp 150 Juta

Tahun Lalu, Jasa Raharja Aceh Serahkan Santunan Rp 75 Miliar  

Pesan Dokter Denny Sebelum Meninggal akibat Covid-19, Orangtuanya Juga Meninggal karena Corona

Adapun bentuk santunan yang diterima para ahli waris berupa hak keuangan. Besaran uang santunan yang diterima berjumlah Rp 337 juta sampai Rp 341 juta.

Tunjangan ini terdiri dari tunjangan hari tua dan asuransi kematian, jaminan kecelakaan kerja yang meliputi santunan kematian, uang duka wafat, biaya pemakaman dan beasiswa bagi keluarga ASN yang gugur dalam tugas.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengungkapkan, santunan diberikan pemerintah sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para ASN yang gugur dalam penanggulangan Covid-19.

"Presiden Republik Indonesia selalu menyampaikan untuk memberikan apresiasi tinggi kepada para petugas, pejuang Covid-19 yang berjuang di garda terdepan penanggulangan Covid-19," ungkap Bima saat prosesi penyerahan santunan.

Memasuki Era New Normal, Sejumlah Jabatan di Lingkup ASN Akan Dievaluasi

Dokter di Pidie Baca Puisi untuk Tenaga Medis yang Gugur Karena Covid-19, Ada di Laman YouTube  

Hari Kedua Tes SKD, 571 CPNS Gugur, 66 Orang tak Hadir dan Terlambat, Ini Imbauan BKPSDM

Bima menjelaskan, memberikan santunan kepada keluarga ASN yang gugur dalam tugas merupakan kewajiban pemerintah. Hal itu tertuang dalam PP 70 tahun 2015 tentang jaminan kecelakaan.

ASN yang mengalami kecelakaan kerja, termasuk sakit akibat kerja, dijamin biaya perawatannya oleh pemerintah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved