Breaking News:

Luar Negeri

PM Pakistan, Imran Khan Sebut Osama bin Laden Sebagai Syuhada

Perdana Menteri (PM) Pakistan, Imran Khan menyebut Osama bin Laden mati syahid dan sebagai syuhada di depan anggota parlemen.

Foto: HindustanTimes
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan (kanan), Osama bin Laden (kiri), serta laporan media tentang kematian Osama bin Laden dari Presiden AS, Barack Obama pada 2 Mei 2011. 

SERAMBINEWS.COM, ISLAMABAD - Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan menyebut Osama bin Laden mati syahid dan sebagai syuhada di depan anggota parlemen.

Hal itu memicu langsuhng pertikaian dengan alasan Islamabad seharusnya tidak pernah mengambil bagian dalam perang melawan teror yang dipimpin AS.

Perdana Menteri Imran Khan mengatakan pasukan AS memasuki Pakistan dan membunuh Laden tanpa memberitahu Islamabad.

Apalagi, setelah semua orang di dunia mulai melecehkan Pakistan, sehingga negara ini merasa malu.

Dia lebih lanjut mengatakan 70.000 warga Pakistan tewas karena perang melawan teror yang dilakukan AS.

Hal itu dikatakan Khan, sehari setelah AS menyebut Pakistan sebagai salah satu tempat yang aman bagi teroris.

Imran Khan pada Kamis (25/6/2020) menyebut Pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden sebagai syuhada.

Khan berbicara dalam majelis nasional, menjelaskan bagaimana Pakistan telah dipermalukan di seluruh dunia.

Meskipun telah mengorbankan nyawa dalam perang melawan terorisme.

“Cara kami membantu Amerika dalam perang melawan teror dan penghinaan yang harus dihadapi negara saya."

"Saya tidak berpikir pernah ada negara lain yang mendukung perang melawan teror dan harus menghadapi kritikan dari mereka."

"Jika mereka tidak berhasil di Afghanistan, Pakistan juga bertanggung jawab untuk itu secara terbuka, "PM kata Khan kepada Majelis Nasional dalam sebuah video yang beredar luas.

Kecelakan Pesawat Penumpang Pakistan Akibat Kesalahan Pilot

Gadis Pemberani Pakistan, Malala Yousafzai Lulus dari Universitas Oxford

India Olok-olok Imran Khan , Alih-alih Beri Bantuan, Utang Pakistan Membengkak

Pernyataan Khan itu menimbulkan kehebohan dengan para netizen yang mengawasi PM atas ucapannya dan menyebut Osama seorang syuhada.

Imran Khan segera digiring oleh pemimpin oposisi Liga Muslim Pakistan-Nawaz dan Partai Rakyat Pakistan.

“Ingatlah Osama Bin Laden bisa menjadi pahlawan PM, tetapi bukan bangsa."

"Dia akan tetap menjadi penjahat negara dan rakyat, ” kata Senator PPP, Sherry Rehman.

Dia menambahkan kata-kata Imran Khan akan dicatat dalam sejarah.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan berbicara di depan anggota Majelis Nasional di Islamabad, Pakistan, Kamis (25/6/2020).
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan berbicara di depan anggota Majelis Nasional di Islamabad, Pakistan, Kamis (25/6/2020). (AFP/Handout/PID)

Pemimpin senior PML-N, Khawaja Asif juga mengkritik Imran Khan.

Menurut sebuah laporan di Dawn , Asif mengatakan Osama bin Laden membawa terorisme dan dia seorang teroris terus menerus.

Tetapi, PM Khan menyebunya syuhada?

Belum ada klarifikasi dari Imran Khan, yang telah terlihat membela Osama bin Laden di masa lalu.

Seperti ketika dia dilaporkan berpendapat pejuang kemerdekaan satu orang bisa jadi teroris orang lain.

Diplomat India, Vidisha Maitra telah membawa pernyataan itu di Majelis Umum PBB.

Menempatkan sorotan pada rekam jejak Pakistan dalam mendukung dan menciptakan teroris, dia bertanya kepada PM Khan:

"Apakah dia akan menyangkal bahwa dia adalah pembela terbuka Osama bin Laden".

Khan telah berulang kali membuat pernyataan kontroversial selama bertahun-tahun.

Termasuk selama perjalanan ke AS pada 2019 ketika mengklaim ISI memberi ahu Washington petunjuk Osama bin Laden, menurut kantor berita AFP.

Perdana menteri yang awalnya pemain kriket ini telah lama dikritik oleh lawan.

Dia terlalu bersimpati dengan gerilyawan, dengan saingannya pernah menjulukinya "Taliban Khan".

Pernyataan Imran Khan setelah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat akan mendukung Pakistan dalam menumpas teroris.

Operasi Tombak Neptunus

Osama bin Laden terbunuh di Abbottabad Pakistan pada 2 Mei 2011.

Oleh unit operasi khusus militer Amerika Serikat di bawah Operasi Neptunus Spear.

Serangan itu disaksikan langsung oleh Presiden AS, Barack Obama.

Operasi dilakukan oleh tim SEAL Angkatan Laut Amerika Serikat dari Komando Operasi Khusus Gabungan.

Didukung agen Central Intelligence Agency (CIA) di lapangan

Serangan itu diluncurkan dari Afghanistan dan jenazah Laden dibawa ke sana untuk identifikasi.

Setelah itu Osama bin Laden dimakamkan di laut.

Direktur Jenderal ISI, Ahmad Shuja Pasha mengetahui kehadiran Laden
dibesarkan di Pakistan.

Apalagi kompleksnya terletak kurang satu mil dari Akademi Militer Pakistan.

Saat itu, pemerintah Amerika Serikat dan Pakistan tidak mengetahui keberadaannya.

Namun, menulis di The New York Times Magazine pada 2014, jurnalis Inggris Carlotta Gall mengatakan Direktur Jenderal ISI, Ahmad Shuja Pasha tahu tentang kehadiran Laden di Abbottabad.

Kematian Osama membuat geram kelompok Islam di Pakistan.

Para pengunjuk rasa membakar bendera AS dan berteriak "Hancurkan Amerika" di berbagai bagian negara itu.

Jamaat-e-Islami juga mengorganisir demonstrasi massa menentang serangan AS.

Menuduh Washington melanggar kedaulatan Pakistan.

Bahkan, mendesak pemerintah Pakistan untuk mengakhiri dukungan terhadap perang AS melawan teror.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved