Jumat, 10 April 2026

Luar Negeri

Kecelakan Pesawat Penumpang Pakistan Akibat Kesalahan Pilot

Penyebab jatuhnya pesawat penumpang Pakistan International Airlines (PIA) 22 Mei 2020 di Karachi sudah terkuak. Dalam penyelidikan, ditemukan ada

Editor: M Nur Pakar
AFP/Rizwan TABASSUM
Seorang remaja mendayung sepeda saat melewati rumah yang rusak tertimpa pesawat penumpang di Karachi, Pakistan, Rabu (24/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM, ISLAMABAD - Penyebab jatuhnya pesawat penumpang Pakistan International Airlines (PIA) 22 Mei 2020 di Karachi sudah terkuak.

Dalam penyelidikan, ditemukan ada kesalahan manusia atau pilot pesawat.

Sebanyak 97 orang tewas seusai pesawat jatuh menimpa rumah penduduk dekat bandara Karachi setelah kedua mesinnya mati.

Dilansir AFP, Rabu (24/6/2020), terdapt dua orang yang selamat dari kecelakaan pesawat yang mengerikan itu.

Laporan penyelidikan awal yang dirilis pada Rabu (24/6/2020) mengatakan pilot pesawat sempat berdiskusi tentang virus Corona saat akan mendarat.

"Pilot dan pengontrolnya tidak mengikuti aturan standar," kata Menteri Penerbangan Pakistan, Ghulam Sarwar Khan.

Hal itu disampaikannya ketika mengajukan laporan penyelidikan ke anggota Parlemen Pakistan.

Menteri mengatakan pilot telah melepaskan autopilot Airbus A320 ketika mereka mencoba mendarat.

"Sayangnya pilotnya terlalu percaya diri," kata Khan.

Dia mengungkapkan pesawat sedang terbang dua kali lipat dari ketinggian normal ketika bersiap mendarat.

Gadis Pemberani Pakistan, Malala Yousafzai Lulus dari Universitas Oxford

Gagal Naik Pesawat Pakistan, Satu Calon Penumpang Selamat

VIDEO - Pesawat Pakistan Jatuh Timpa Rumah Warga di Karachi, Puluhan Tewas

Mohammad Zubair (kiri), korban selamat jatuhnya pesawat  Pakistan International Airlines (PIA) beristirahat di rumahnya di Karachi, Pakistan, Rabu (24/6/2020).
Mohammad Zubair (kiri), korban selamat jatuhnya pesawat Pakistan International Airlines (PIA) beristirahat di rumahnya di Karachi, Pakistan, Rabu (24/6/2020). (AFP/Asif HASSAN)

Sesuai laporan, pilot melanggar prosedur operasi penerbangan standar dan bahkan instruksi dari pengawas lalu lintas udara.

Hal ini menyebabkan pendaratan yang mengakibatkan mesin pesawat mengalami kerusakan parah.

Pesawat kemudian menabrak sebuah lingkungan saat mencoba pendaratan kedua.

Laporan awal disiapkan oleh tim investigasi mencakup pejabat dari Pakistan, Prancis, dan industri penerbangan.

Perekam data dan suara dianalisis sebagai bagian dari penyelidikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved