Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Jelang New Normal, Pemkab Aceh Tengah Tetap Perketat Penjagaan di Pintu Masuk 

“Protokol kesehatan, harus diterapkan seperti biasa. Kalau ada orang masuk, tujuan tidak jelas dan tidak mau dikarantina, usir saja,” tegasnya.

SERAMBINEWS.COM/ MAHYADI
Konferensi pers terkait dengan perkembangan Covid-19 di Kabupaten Aceh Tengah yang berlangsung di Gedung Ummi, Pendopo Bupati, Kota Takengon, Kamis (25/6/2020) malam. 

Karena tidak tertutup kemungkinan bila lalai, status daerah hijau akan berubah menjadi daerah kuning, bahkan berpeluang menjadi zona merah.

“Saya minta, di setiap pos penjagaan pintu masuk, harus ada satu orang dokter untuk ikut berjaga. Selama ini, hanya mantri yang ditempatkan ke sana,” sebut Shabela.

Dia mengakui, anggaran untuk percepatanan penanganan Covid-19, semakin menipis.

Dari dana tersedia sebesar Rp 30 miliar yang digelontorkan, hanya tersisa sekitar Rp 10 miliar.

Sisa dana tersebut, diperkirakan tidak mencukupi untuk penanganan penyebaran virus corona yang belum diketahui kapan berakhirnya.

AS Siap Gagalkan Rencana Ekspansi China di India, Vietnam, Malaysia, Filipina dan Indonesia

“Meski begitu, kita tidak mengurangi pemeriksaan di pintu masuk. Nanti kita upayakan mencari dana tambahan,” jelasnya. 

Disisi lain, Shabela Abubakar, berjanji akan segera membuka objek wisata.

Tetapi harus melewati pembahasan, termasuk dengan lembaga legislatif.

Diupayakan, regulasi pembukaan sektor pariwisata, akan rampung pada pertengahan Juli 2020 mendatang.

“Tentu nanti diatur juga, mekanisme bagi para wisatawan yang ingin berkunjung. Apa-apa saja yang perlu mereka perhatikan. Begitu juga untuk para pengelola objek wisata,” katanya. 

Halaman
123
Penulis: Mahyadi
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved