Senin, 27 April 2026

Luar Negeri

Giliran Eropa Balas AS, Warga Presiden Donald Trump Dilarang Masuk

Pemerintahan Uni Eropa yang berjumlah 27 negara, Sabtu (27/6/2020) melarang untuk sementara waktu kedatangan warga Amerika Serikat (AS) ke negara.

Editor: M Nur Pakar
AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS
Warga harus antre dengan tetap menjaga jarak sosial untuk mencegah penyebaran virus Corona di depan pub The Ten Bells di timur London, Inggris, Sabtu (27/6/2020). 

Daftar ini akan diperbaharui setiap 14 hari, dengan negara-negara baru ditambahkan dan beberapa mungkin ditinggalkan berdasarkan cara mereka mengelola penyebaran virus.
Lebih dari 15 juta warga AS melakukan perjalanan ke Eropa setiap tahun.

Penundaan apa pun akan menjadi pukulan lebih lanjut bagi ekonomi dan sektor pariwisata yang dirusak virus, baik di Eropa maupun Amerika Serikat.

Sekitar 10 juta orang Eropa diperkirakan melintasi Atlantik untuk liburan dan bisnis setiap tahun.

27 Negara Uni Eropa dan empat negara lain yang merupakan bagian dari "wilayah Schengen" Eropa.

Sebuah blok 26 negara, tempat barang dan orang bergerak bebas tanpa pemeriksaan dokumen.

Jalur itu akan dibuka kembali satu sama lain mulai 1 Juli 2020.

Setelah itu, pembatasan perjalanan tidak penting ke Eropa, yang diberlakukan pada Maret 2020 untuk menghentikan kasus virus baru masuk, secara bertahap akan dicabut.

Komisi Eropa, yang memantau undang-undang blok itu, percaya bahwa pembatasan perjalanan tidak boleh dicabut.

Sehubungan dengan negara ketiga di mana situasinya lebih buruk daripada rata-rata di 27 negara anggota UE ditambah Islandia, Liechtenstein, Norwegia dan Swiss.

Komisi itu menegaskan tidak berusaha menargetkan negara mana pun.

Apalagi, etika negara-negara yang bergantung pada pariwisata di seluruh Eropa mendorong untuk menjadikan perbatasan mereka dibuka kembali.

"Uni Eropa memiliki proses internal untuk menentukan dari negara mana wisatawan akan aman datang," kata juru bicara Eric Mamer.

Dia menambahkan keputusannya berdasarkan kriteria kesehatan di setiap negara.

Pada Kamis (25/6/) Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengecilkan kekhawatiran UE menolak orang AS masuk.

“Kami sudah membantah bepergian ke Eropa dan sebaliknya.”

“Itulah yang kita semua setujui sekarang, dan saya pikir kita semua menganggap serius kebutuhan untuk mencari tahu bagaimana mengatasi hal ini, ”kata Pompeo.

“Kami akan bekerja untuk memperbaikinya.”

Kami ingin memastikan bahwa ini berbasis kesehatan, berbasis ilmu pengetahuan.”

"Kita perlu mengembalikan ekonomi global kita lagi," katanya.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved