Kamis, 9 April 2026

Luar Negeri

Giliran Eropa Balas AS, Warga Presiden Donald Trump Dilarang Masuk

Pemerintahan Uni Eropa yang berjumlah 27 negara, Sabtu (27/6/2020) melarang untuk sementara waktu kedatangan warga Amerika Serikat (AS) ke negara.

Editor: M Nur Pakar
AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS
Warga harus antre dengan tetap menjaga jarak sosial untuk mencegah penyebaran virus Corona di depan pub The Ten Bells di timur London, Inggris, Sabtu (27/6/2020). 

SERAMBINEWS.COM, BRUSSELS - Uni Eropa membalas tindakan Amerika Serikat yang melarang warganya masuk ke sana pada Maret 2020 lalu.

Pemerintahan Uni Eropa yang berjumlah 27 negara, Sabtu (27/6/2020) melarang untuk sementara waktu kedatangan warga Amerika Serikat (AS).

Warga AS dilarang datang dalam waktu jangka pendek karena jumlah kasus virus Corona terus meningkat di negeri ‘Paman Sam’ itu.

Jumlah kasus di Amerika Serikat telah melonjak dalam sepekan terakhir ini, dengan rekor tertinggi sebanyak 45.300 infeksi baru pada Jumat (26/6/2020).

Presiden AS, Donald Trump juga melarang masuknya semua orang Eropa dalam sebuah dekrit pada Maret 2020 lalu.

Para diplomat UE mengkonfirmasi perjanjian resmi mengenai kriteria yang kemungkinan mencakup batas tingkat infeksi per 100.000 warga.

Dilansir AP, Sabtu (27/6/2020), dengan jumlah itu, maka sebuah negara Eropa diizinkan buka perbatasan dengan lainnya.

Tetapi, jika lebih, seperti AS, maka perbatasan akan tetap ditutup sementara waktu.

Empat Negara Eropa Sepakat Beli 300 Juta Dosis Vaksin Virus Corona

Eropa Mulai Buka Sekolah, Lockdown Dicabut Bertahap

Parlemen Eropa Kutuk Rencana Israel Mencaplok Tepi Barat Palestina, Ribuan Anggotanya Teken Petisi

Walaupu demikian, perbatasan Schengen atau bebas visa bagi seluruh warga Eropa akan mulai dibuka pada 1 Juli 2020 mendatang.

Uni Eropa hampir menyelesaikan daftar negara-negara yang warganya akan diizinkan memasuki Eropa lagi, mulai akhir pekan depan. Tetapi,

Para diplomat Eropa telah mempersempit kriteria pembukaan pembatasan untuk mencegah penyebaran virus Corona baru, Covid-19.

Syarat utama lainnya, apakah negara tersebut melarang warga negara dari negara-negara Eropa untuk masuk.

Diperkirakan kesepakatan akan dicapai paling lambat pada Senin (29/6) atau Selasa (30/6) pagi.

Para diplomat berbicara dengan syarat anonim karena prosedurnya sedang berlangsung dan secara politis sangat sensitif.

Tingkat infeksi tinggi di Brasil, India, dan Rusia, dan kecil kemungkinan UE akan membiarkan warganya masuk juga.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved