Breaking News:

Luar Negeri

AS Sebut Presiden China, Xi Jinping Sebagai Penerus Diktator Brutal Rusia, Joseph Stalin

Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O'Brien meluncurkan serangan paling tajam terhadap Pemerintah China.

Agency
Diktator brutal Uni Soviet, kini Rusia, Joseph Stalin (kiri) dan Presiden China, Xi Jinping 

Seperti ketika Australia menyerukan penyelidikan independen terhadap penyakit virus Corona, Partai Komunis Tiongkok mengancam akan berhenti membeli produk pertanian Australia.

O'Brien menambahkan jangkauan Cina meluas ke kepala organisasi internasional.

China, katanya, memimpin 4 dari 15 badan khusus PBB, lebih dari AS, Inggris, Prancis dan Rusia.

Bahkan, dengan anggota lain dari anggota tetap Dewan Keamanan PBB, digabungkan.

Dia menuduh China menggunakan para pemimpin ini untuk memaksa badan-badan internasional untuk membeo pembicaraan Beijing dan memasang peralatan telekomunikasi China di fasilitas mereka.

Misalnya, karena Zhao Houlin dari International Telecommunications Union mengambil jabatannya, ia mulai secara agresif mempromosikan penjualan Huawei.

Sekretaris Jenderal Fang Liu dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional telah memblokir partisipasi Taiwan dalam pertemuan-pertemuan Majelis Umum.

Bahkan menutup-nutupi peretasan organisasi Cina.

CPC telah menggunakan keanggotaan China di Dewan HAM PBB untuk mencegah kritik atas pelanggarannya di Xinjiang dan Hong Kong, katanya.

Menguraikan bagaimana strategi PKC dapat menyentuh kehidupan orang Amerika.

Halaman
1234
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved